Cara Mudah Budidaya
Pembenihan ikan nila
Ikan Nila adalah salah satu jenis ikan yang telah dikenal
luas oleh masyarakat Indonesia dan mudah untuk dibudidayakan. Salah satu jenis
ikan yang mirip dengan ikan nila adalah ikan mujair. Perbedaan kedua jenis ikan
ini terletak pada warna tubuh, ikan nila pada tubuhnya terlihat garis kehitaman
sedangkan ikan mujair tidak terlihat garis itu.
Ikan nila adalah jenis ikan yang mudah dibudidayakan,
berikut adalah cara sederhana budidaya pembenihan ikan nila.
1.
Pemilihan lokasi dan pembuatan kolam
Pemilihan lokasi merupakan hal
penting dalam budidaya pembenihan ikan nila, diantaranya:
a.
Lokasi budidaya pembenihan ikan nila sebaiknya
dekat dengan sumber air yang mengalir/mempunyai sirkulasi;
b.
Tersedia air sepanjang tahun/tidak berada pada
daerah yang sulit air;
c.
Lokasi budidaya pembenihan ikan nila tidak
berada di wilayah banjir;
d.
Hindari limbah kegiatan masyarakat/pabrik di sekitar
sumber air yang digunakan untuk budidaya pembenihan ikan nila;
e.
Lokasi pembenihan ikan nila hendaknya tidak
rembes;
f.
Usahakan lokasi pembenihan ikan nila bedara
diantara sumber air dan pembuangan air
kolam.
Contoh
2.
Pembuatan kolam pembenihan ikan nila
Pematang kolam

Dasar kolam
Bentuk dasar kolam pembenihan ikan nila adalah miring dari saluran masuk
ke pembuangan air. Pada saluran pembuangan air diberi kamalir yang merupakan
saluran pada dasar kolam. Kamalir berfungsi untuk mempercepat pengeringan
kolam, tempat berkumpulnya ikan pada saat pemanenan dan tempat bersembunyi ikan
pada saat keadaan bahaya. Kamalir dibuat mulai dari pipa pemasukan sampai pipa
pengeluaran (pengurasan) bias juga dibuat
kotak mengikuti bentuk kolam kira-kira berjarak 1,5 meter dari pematang dasar
kolam (tembok dasar kolam).
Kamalir dibuat selebar 50c, dan kedalaman 30 cm.
Selain kamalir buat juga kubangan dekat pipa pembuangan air, kubangan ini
untuk memudahkan penangkapan ikan pada saat pemanenan.
3.
Pemilihan induk untuk budidaya pembenihan ikan
nila
Calon induk bias diperoleh dengan cara menyeleksi sejumlah induk-induk
nila yang ada. Penyeleksian calon indukan dilakukan berulang-ulang. Seleksi calon
induk dilakukan dengan memili induk yang terbaik dari calon induk pertama. Induk
yang dipilih memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan memiliki tubuh lebih
besar daripada induk-induk nila yang lain.
Calon induk ikan nila dapat dipjahkan setelah berumur 6 bulan. Pada saat
umur tersebut, induk ikan nila memiliki berat sampai 500gram dan pejantan
500-800 gram.
Setelah dipijahkan indukan ikan nila siap dipijahkan kembali setelah 2-6
minggu. Masa produktif ikan nila adalah 1,5 sampai 2 tahun.
Berikut adalah ciri-ciri indukan yang baik
a.
Calon indukan Ikan Nila tidak cacat, baik sirip
maupun bagian lainnya;
b.
Tubuh relative besar dibandingkan dengan umur
pada umumnya;
c.
Sisik tersusun
rapi;
d.
Gerakan lincah.
Ciri indukan betina: tubuh lebih
kecil dan mempunyai tonjolan membulat dan memiliki dua lubang, sedangkan induk
jantan: tubuh lebih besar, memiliki tonjolan yang meruncing dan hanya mempunyai
satu lubang, apabila perut diurut ke belakang akan mengeluarkan cairan sperma
berwarna putih, terjadi perubahan warna
di badan menjadi kehitaman dan sisi/tepi sirip ekor berwarna kemerahan.
4.
Persiapan kolam pemijahan budidaya ikan nila
a.
Persiapan kolam pemijahan secara tradisional
1)
Keringkan kolam selama 3-5 hari
2)
Perbaiki kebocoran
3)
Buatlah kamalir sesuai yang dijelaskan di atas
4)
Buatlah kubangan dipintu pengeluaran air sesuai
yang sudah dijelaskan di atas
5)
Balik dasar kolam
6)
Ratakan dasar kolam
7)
Tebar kapur dolomit 25-100 gram/m atau sesuai
kondisi PH daerah masing-masing
8)
Alirkan air ke kolam sampai kedalaman 75 cm dan
biarkan selama 7 hari, bias juga tambahakan probiotik
9)
Hari ketujuh, indukan siap dilepaskan
b.
Persiapan kolam pemijaham semi intensif
Cara ini sama persis seperti cara
tradisional hanya saja diberikan sekat pemisah dari bambu.
5.
Pemijahan
a.
Pemijahan tradisional
Pasang saringan pada saluran pembuangan
Perbandingan pembenihan ikan nila yaitu
1:1.
Berikan pakan dedak halus 3% dari berat badan
setiap hari
Jaga sirkulasi air
Dua minggu setelah tebar indukan, akan
terlihat larva ikan yang berenang secara bergerombol
Tangkaplah larva tersebut menggunakan seser
halus lalu pindah dalam hava atau letakkan pada kolam penampungan.
Penangkapan ikan dilakukan setiap hari
secara teratur. Setelah 4 minggu induk ditebar, surutkan air kolam. Lakukan sedikit
demi sedikit agar benih-benih ikan yang tersisa tidak mati atau tidak
tertinggal di dasar kolam. Lakukan pada pagi hari/setelah subuh atau sore hari.
Setelah air kolam surut, benih akan berada
di kamalir selanjutnya tangkap benih tersebut menggunakan seser. Pada saat air sudah rata dengan kamalir aliri
air dengan aliran kecil. Hal ini dimaksudkan agar air yang keruh karena
pengurasan akan terganti dengan air baru sehingga air tetap segar yang menjaga
ikan tetap sehat.
b.
Pemijahan semi intensif
1)
Cara pertama
Pembenihan dengan cara ini ialah
induk jantan dan betina ditematkan menjadi satu. Pemijahan induk dengan cara
ini terjadi dalam sekatan yang tebuat dari bambu. Perbandingan luas kolam
pemijahan dan kolam pendederan adalah 1:4
Tempatkan indukan pada saluran
pengeluaran, agar larva keluar dan mencari aliran air karena ikan nila menyukai
air mengalir.
Sekat dimaksudkan agar indukan tidak bisa masuk ke kolam pendederan,
sedangkan larva ikan bisa bebas keluar ke kolam pendederan. Cara lebih efektif
dan tidak banyak menyita tenaga dan hasil yang diperolehpun pebih maksimal.
Perbandingan indukan dengan cara ini yaitu 1:2, jika ikan yang dilepas 30
ekor berarti 10 ekor jantan dan 20 ekor betina dengan kepadatan 2 ekor/m2.
Selebihnya sama dengan cara tradisional yaitu mengenai penangkapan larva,
dan pengeringan kolam. Hanya saja dengan cara ini bisa diambil indukannya saja
dengan menggunakan jaring dasar. Caranya rentangkan jaring dari pinggir sampai
pinggir, pastikan tidak ada lubang
2)
Cara kedua
Cara kedua dilakukan dengan memisahkan jantan dan betina juga dengan
kolam pendederan. Dengan perbandingan 1:1:5. Jika kolam dibuat 35 m2
maka kolam jantan 5 meter, betina 5 meter dan kolam deder 25 meter.
Buat sekat bambu yang dengan jarak disesuaikan agar ikan jantan tidak
bisa masuk ke kolam betina dan betina bisa masuk ke kolam jantan.
Kolam jantan dibuat paling pinggir di tempat pengeluaran air, betina di
tengah dan pendederan berada di pengisian air. Selebihnya sama dengan cara semi
intensif yang pertama.
6.
Pendederan larva ikan nila
1.
Persiapan kolam
Siapkan kolam pendederan jika pendederan
dilakukan di kolam yang berbeda dari kolam indukan. lihat juga http://filafarm.blogspot.com/2018/08/pemupukan-kolam-tanah-pendederan-lele.html Pemupukan Kolam Tanah
Jika pendederan langsung berada dikolam
indukan caranya hanya mengurangi kedalaman kolam hingga tersisa 30 cm saja
setelah mengambil indukan.
Persiapan kolam
Setelah dikeringkan, tebar kapur dolomit
dan pupuk kandang sebanyak 300-500 gram/m2. Tebarkan pupuk kandang
secara merata. Pemupukan ditujukan untuk menumbuhkan pakan alami sebagai makanan
benih ikan nila
Alirkan air hingga ketinggian 20-30 cm.
Diamkan sampai hari ke 6
Tebar larva nila pada hari ke 7 pada sore
hari
2.
Penebaran larva ikan nila
Tebar larva ikan nila pada sore hari dengan
letakkan larva pada ember. diamkan sampai 30 menit di kolam pendederan, setelah kurang lebih 30 menit miringkan ember agar terisi air dan biarkan larva ikan nila keluar dengan sendirinya.
cara melepas larva ikan nila sama seperti ikan lele Pemeliharaan Larva
Demikain Cara mudah budidaya pembenihan ikan nila bagi pemula, semoga menambah manfaat


No comments:
Post a Comment
Semoga bermanfaat