Fila Amank Farm: February 2021 ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Monday, February 8, 2021

Serangan Hama padi pada musim hujan

Serangan hama padi pada musim hujan
Padi adalah salah satu makanan pokok yang ada di Indonesia dan salah satu sumber makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Jadi tidak heran dimanapun kita berada pasti banyak menemukan tanaman padi, ya karena memang rata-rata petani menamam padi selain untuk kebutuhan makan sendiri dan untuk dijual.
Tanaman padi bisa hidup pada musim apa saja, musim kemarau atau musin hujan tidak berpengaruh pada jumlah hasil produksi padi tersebut dengan catatan tanaman padi tercukupi air. pada Intinya tanaman padi hanya butuh air dan cuaca tidak berpengaruh. Namun ada beberapa jenis padi yang dapat ditanam pada lahan yang kurang air/kering seperti padi gogo.
Namun walaupun hasil produksi padi tidak terpangaruhi oleh musim, akan tetapi masalah yang timbul ada pada sisi lain, yaitu hama yang menyebar luas pada saat musim hujan diantaranya Hawar Daun Bakteri (HBD), sundhep, wereng batang cokelat, tikus, kutu kebul, dan hama blast.
Hama wereng (Nilaparvata lugens) adalah hama padi lain yang sering menyerang di saat hujan bahkan suka menyerang tanaman hias. Hama wereng dapat dibasmi dengan menjaga supaya matahari selalu dapat menyinari padi atau tanaman hias.
Matahari akan membuat wereng sulit menetas dan mencegahnya berkembang biak. Oleh karena itu, wereng sering muncul dan berkembang biak saat musim penghujan di mana jarang ada matahari.
Hama tanaman kutu kebul (Bemisia tabacci) juga sering muncul saat musim hujan. Hama tanaman ini menyebabkan pertumbuhan daun menjadi terhambat, bentuk daun menjadi berlubang-lubang. Hama ini dapat menyebabkan padi ataupun tanaman hias tersebut menjadi rusak dan mati. Akibatnya, gagal panen akan dialami petani.
Hawar Daun Bakteri (HDB) merupakan penyakit kresek yang pada umumnya dikenal oleh masyarakat. Penyakit telah berkembang pada musim hujan ataupun musim kemarau yang basah. Bagian tanaman yang diserang terutama pada titik tumbuh dan daun bendera.
Kerusakan terberat terjadi apabila penyakit menyerang tanaman muda yang peka sehingga menimbulkan gejala kresek, dapat menyebabkan tanaman mati. Penyakit dapat terjadi pada semua stadia tanaman.
Sundhep, hama yang menyebabkan gejala sundep ialah Sesamia inferensSesamia inferens tersebut merusak dengan cara meletakan telurnya pada pelepah daun bagian dalam. Setelah telur menetas, larva-larva tersebut mulai memakan pelepah daun, kemudian menggerek masuk ke batang. Selanjutnya, memakan batang bagian dalam sehingga jaringan pembuluh batang terpotong.
Tikus (Rattus argentiventer Rob & Kloss) adalah hama tanaman yang sering muncul pada saat hujan. Cara mengatasi tikus adalah dengan melakukan pengolahan tanah secara bersama-sama sebelum lahan tersebut belum ditanami.
jika sudah terlanjur terjangkit, untuk mengatasi hal sersebut dapat dilakukan penyemprotan insektisida untuk membunuh/mengurangi gejala 

Tuesday, February 2, 2021

Waspada Cuaca Ekstrim budidaya Lele

Waspada Cuaca Ekstrim budidaya Lele


Budidaya lele merupakan budidaya yang tidak hanya mengandalkan kelihaian kita dalam menangani tetapi juga bergantung pada cuaca yang bersahabat.

Andaikata kita sudah sangat hebat tapi cuaca sangat enstrim maka kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya bisa berdoa dan berusaha sekuat mungkin agar menguari tingkat kegagalan. karena kita berusaha dengan sesuatu yang hidup.

Seperti manusia, jika musim dingin, lele pun akan kedinginan, jika manusia gerah, lele juga merasakan gerah. lele mempunyai tingkat kenyamanan disuhu tertentu dan PH tertentu. 

Kendala yang dialamai sekarang adalah cuaca ektrim yang tak tentu hawa dingin, hujan berhari-hari yang sebentar hujan sebentar reda. bagi peternak lele apalagi yang bermodal pas-pasan tentu itu merupakan kendala yang sangat sulit untuk ditanggulangi karena merupakan salah satu penyebab kematian terbesar dan sumber munculnya penyakit jika tidak ditangani dengan baik.

Berbeda dengan pembudidaya dengan modal besar masalah hujan sudah bisa teratasi karena sudah menggunakan atap plastik atau apalah, tinggal mengatasi hawa dinginnya saja, Nah kalau yang bermodal kecil tempat budidayanya belum ada atapnya jadi lebih banyak kendala yang dialami.

Tapi jangan khawatir dan jangan berkecil hati sobat, karena diatas masalah pasti ada solusinya tinggal kita berusaha sekuat mungkin, dan yang penting adalah tiada orang berlari kencang tanpa ia terjatuh dan selalu berdoa kepada Allah SWT dan ingat kepadaNya semua kehidupan ada di tangganNya kita hanya berusaha.

Tips Cuaca Ekstrim budidaya Lele

1. Tambahkan kapur Dolomit setiap 1 m kubik dikasih 100 - 150 gr.

2. Tambahkan fermentasi air merah yang sudah pernah saya share cara pembuatannya setiap 1 m kubik diberi 1 gelas air mineral

3.Puasakan 24 jam

4. Kurangi pakan, tujuannya adalah agar lele tetap aktif bergerak dengan mencari makanan sehingga lele tidak mudah terjangkit penyait

5.jika memungkinkan tingkat kepadatannya ditambah, tujuannya adalah untuk mejaga suhu air agar tidak terlalu dingin, 

6. jika sudah dipadatkan dan pada pagi hari ikan kesulita bernafas tambahkan airator

7. bermain insting, bagaimana suhu turun bagaimana ph turun

8. patokannya air encer tidak kental, cerah dan tidak berbuih dan tidak berbau busuk. jika salah satu unsur tersebut (encet, cerah, tidak berbusa, tidak bau busuk) tidak terpenuhi segeralah berfikir dan tangani dengan insting anda


Kenapa saya sarankan bermain insting??? Karena ikan lele itu hidup dan sesuatu yang hidup itu tidak bisa diterapkan ilmu pasti!!

Contoh: kolam 1 dan kolam 2 berjarak 500 meter dan mengambil sumber air yang berbeda, jika diterapkan sesuai teori (perlakuan sama persis) saya yakin hasilnya belum tentu sama persis.

faktornya adalah, 1; Ikan itu hidup 2; Kandungan mineral air yang berbeda karena mengambil sumber air yang berbeda; suhu dan ph yang berbeda juga


Selamat mencoba semoga bermanfaat


Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate