Fila Amank Farm: Pengalaman budidaya lele sistem Red Water Sistem (RWS) Pasrt 2 ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Wednesday, August 8, 2018

Pengalaman budidaya lele sistem Red Water Sistem (RWS) Pasrt 2

masih ingat dengan artikel saya Pengalaman budidaya lele sistem Red Water Sistem (RWS) ? RWS merupakan bagian dari system Natural Water system dimana awal mula dari system ini air akan berwarna hijau (Gren Water Sistem/GWS) kemudian berubah menjadi Brown Water system (BWS) lebih dikenal dengan system bioflok lalu berubah ke tahap yang paling aman yaitu (Red Water Sistem).

Para pembudidaya lele tenttunya memiliki pemikiran yang berbeda ada yang menganggap ikan lebih sehat di tingkat Gren water system dan mempertahankannya sampai panen, adapula yang lebih suka dengan system brown water system dimana air berwarna coklat dan dianggap lebih baik karena tersedia flok sebagai pakan alami sehingga pertumbuhan lele lebih cepat. dan banyak pula yang mengganggap air merah / Red Water Sistem paling sempurna.

Ya! itu adalah pilihan para pembudidaya dan tidak ada yang salah dengan semua itu.
Namun apa sis perbedaan system Natural water system dan Red Water system? Sebenarnya tidak ada perbedaannya, hanya saja Red water system dipersiapkan secara instan agar air langsung berubah menjadi merah secara instan caranya

Red Water System (RWS) Instan

  1. 30gr/m3 dedak halus+1butir ragi tape/m3+5gr/m3 ragi tempe +air secukupnya, tutup rapat selama 3 hari
  2. Isi air 50cm dan + kan bahan di atas 
  3. Masukkan mill/dolomit 100-150gr/m3
  4. Masukkan bakteri lacto 10ml/m3
  5. Molase 50gr/m3
  6. Aerasi jalankan selama 3 hari
  7. Tinggikan air sampai 100cm 
  8. Tunggu 7 hari baru tebar

 Jika Sudah ada Air Merah:
  1. Isi 50cm
  2. Aplikasi semua seperti di atas 
  3. Hidupkan aerasi 24 jam
  4. Hari ke 5 air naikkan di 70cm
  5. Hari ke 7 naikkan ke 100cm
  6. Hari ke 10 siap tebar 
Untuk system ini memang saya belum pernah mencoba namun sudah pernah melihat teman melakukannya dengan menambhakan kuning telur dan air merah yang sudah jadi.
sedangkan system NWS merupakan system yang nantinya juga akan menjadi system RWS namun prosesnya tidak instan dan menurut saya ini adalah system yang paling pas karena ikan dapat beradaptasi dengan sendirinya sesuai habitatnya.
Misal, kebanyakan benih lele berada di tingkat GWS, maka pada awal tebar tetap berada di gren water system, jadi tidak langsung ke RWS dimana ikan tersebut belum pernah berada di habitat yang seperti itu.


Pengalaman saya menggunakan sistem RWS versi saya atau yang biasa dikenal orang system Natural Water system (NWS)

Pembuatan fermentasi mandiri
1. Bahan yang diperlukan
a. Gedepok pisang 1kg (yang sudah busuk, ambil pangkalnya)
b. air leri/cucian beras 5 liter
c. air kelapa 5 liter
d. 1 buah nanas
e. pisang 1
f. jeroan ikan nila
g. terasi 1/4
h. gula merah 1/4
i. bekatul 1 ons
j. ragi tape 3 butir
k. ragi tempe 1 sdm
l. em4 2 tutup botol

bahan2 di atas untuk difermentasi yang kemudian diaplikasikan ke kolam maupun pakan

cara membuat.

gula merah, jeroan ikan, terasi, bekatul, gedebok, nanas, pisang diparut, ambil airnya saja dan saring
setelah semuanya cair, campurkan semua bahan dan tambahkan air matang sampai 20 liter, kemudian tambahkan ragi tape dan tempe yang sudah dicairkan. masukkan ke dalam wadah (yang dapat di tutup rapat) tunggu minimal 7 hari. setelah 7 hari buka tutupnya, apabila berbau kecut/tape itu tandanya fermentasi berhasi. apabila bau busuk berarti gagal.

2.Persiapan media
pengalaman saya, untuk kolam ukuran 1x2x1

beri air setinggi 30 cm, kemudian masukkan fermentasi tersebut sebanyak 150 ml/meter. tambahkan gula merah cair 2 ons. tunggu hingga minimal 3 hari. hari keempat tambahkan air hingga 1 m,  dan tambahkan fermentasi tadi separoh dari takaran awal. tunggu hingga 7 hari.

2. tebar benih
pada hari ketujuh sore harinya siap masukkan benih ikan.

3. pemberian pakan
jangan kasih makan pada hari pertama, hari kedua berikan pakan sedikit saja. hari ketiga pemberian pakan normal yaitu 5% dari total bobot ikan.
Apabila ingin menggenjot pertumbuhan berikan 9% sampai turun ke 4 % sampai ikan berumur 2 minggu

pemberian pakan mengikuti perkembangan lele, yang perlu diingat, hentikan pemberian pakan sebelum kenyang.

yang harus diingat! bibis pakan terlebih dahulu dengan fermentasi tersebut. 1 tutup botol mineral /lebih untuk 1 kg dan bisa ditambahkan sedikit air, lebih, dan jangan sampai menggumpal

4. perlakuan rutin
seminggu(situasional) sekali berikan fermentasi 100 ml/m

5. penanganan/pencegahan masalah.
yah! ikan itu hidup dan tidak ada yang tau kapan sakit, yang perlu dilakukan agar tidak sakit.

saat cuaca tidak menentu, setelah hujan lebat, pergantian air (pergantian air cukup 20% saja tiap 2 minggu) berikan fermantasi dan kapur mill/dolomit 150  gr/m

apabila ikan terlihat tidak lincah, berikan fermentasi dan  dolomit dan puasakan 1 hari.


awal dari sistem ini, air berwarna hijau, kemudian mengarah coklat, dan menjadi merah. pada saat air berwarna coklat, kurangi pakan. karena spada saati inilah kecermatan anda diuji dan kemungkinan terkena masalah lebih besar.

satu lagi yang perlu dipertimbangkan adalah sistem, apabila anda berada di perkampungan padat penduduk, lahan sempit sistem RWS ini sangat cocok karena tidak menimbulkan bau seperti pada budidaya lele konvensional.
Tingkat kepadatan juga harus diperhatikan, apabila anda mempunyai lahan luas, gunakan sistem RWS dengan padat rendah saja, karena waktu panen juga akan lebih singkat

ini adalah hasil kolam saya dengan RWS

Selamat mencoba, semoga berkah

No comments:

Post a Comment

Semoga bermanfaat

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate