Fila Amank Farm: Tanaman Hidroponik ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Tuesday, November 13, 2018

Tanaman Hidroponik

Budidaya Tanaman Hidroponik Sederhana

Hidroponik adalah suatu cara pembudidayaan tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan.
Namun pada perkembangannya ada yang menggunakan media tanah juga, hal ini terkait dengan pengembangan untuk budidaya scala besar.

Budidaya tanaman hidroponik pada pringsipnya memberikan nutrisi yang diperlukan dalam bentuk larutan

Tanaman yang bisa dibudidayakan dengan sistem hidroponik diantaranya
Tanaman buah: melon, semangka dll; tanaman sayuran: tomat, cabai, paprika, timun, selada dst.

Model cara bertanam hidroponik sendiri mempunyai keuntungan yaitu:
1. Perlakuan budidaya tidak tergantung musim
2. Pertumbuhan tanaman relatif lebih cepat
3. Hasil yang lebih banyak
4. Lebih tahan hama dan penyakit
5. tidak memerlukan banyak tempat

Seadangkan kekurangannya
1. Masih agak susah dalam budidaya scala besar
2. modal awal yang cukup besar jika untuk scara besar
3.  Tehnik yang belum banyak dipahami sehingga banyak yang gagal

Tempat untuk budidaya tanaman hidroponik sendiri lebih baik terhindar dari hujan dan yang pasti harus cukup sinar matahari

Langkah-langkah budidaya hidroponik
1. Penyiapan kotak semai
kotak semai terbuat dari papan berukuran panjang 100 cm, lebar 15 cm dan tinggi 5 cm

2. membuat arang sekam
sebelum membuat arang sekam siapkan dahulu bahan-bahannya diantaranya tungku pembakar.
tungku pembakar terbuat dari kaleng yang sisi-sisinya dilubangi agar nyala api bisa keluar
langkah selanjutnya membakar arang sekam
bahan bakar arang sekar bisa berasal dari kertas, kayu dsb. isikan ke dalam tungku pembakar dan nyalakan bahan2 tersebut. kemudian taburkan sekam padi disekeliling tungku pembakaran sampai menutupi tungku, dan biarkan corong tungku tetap terlihat (jangan sampai tertimbun)

setelah rata, lakukan pembalikan sekam dengan maksuk agar sekar tidak menjadi abu, sekam yang sudah terbakan biasanya berwarna hitam.
Siram sekam padi yang terbakar (membara) dengan air (cukup disemprotkan saja)

setelah menjadi hitam tandanya arang sekar sudah jadi.

Bahan yang lain yang digunakan adalah pasir,
siapkan pasir halus. masukkan kedalam wadah dan saringan, siram pasir dengan air sampai air hasil siraman berwarna jernih. kemudian jemur pasir sampai kering.

2. Tahap selanjutnya yaitu penyemaian

Pilih benih bermutu, jangan asal benih, jangan asal benih apalagi baru pertama kali mencoba budidaya hidroponik.
Rendam benih dengan larutan pestisida dengan konsentrasi 0,02 % (2 cc/liter air) selama 15 menit. Buang benih yang mengapung.

Isi kotak penyemaian yang sudah dibuat dengan arang sekam dan pasir dengan perbandingan 7 arang 3 pasir, buat garitan kurang lebih sedalam 0,5 cm dengan jarak 4 cm kemudian tabur benih sesuai garitan kemudian tutup dengan arang sekam ata pasir steril.

Kontrol penyemaian dengan melakukan penyiraman jika media semai kering, jangan sampai sangat basah karena akan membuat benih malah busuk.

setelah berumur 15 hari, bibit siap disapih/dipindahkan.

Bibit yang terpilih dipindahkan kedalam pot-pot, bisa menggunaakna pot plastik gelas air mineral atau kantung plastik kecil yang telah dilubangi kecil-kecil.
media tanam pot masih menggunakan arang sekam dan pasir.
Setelah bibit berumur 30 hari atau mempunyai 5 helai daun siap ditanam menggunakan sistem hidroponik.
Yang sudah ahlinya mungkin dari penyemaian langsung dipindahkan ke media hidroponik.

Pembuatan larutan nutrisi.
Larutan yang dibutuhkan bermacam-macam, kira-kira ada 14 macam lebih lah, namun dikelompokkan menjadi 3 kelompok.

Larutan nutrisi dibutuhkan secara continnyu agar perkembangan tanaman baik.
Macam-macam larutan nutrisi hidroponik.

A.
Ca(NO3)2.4H2O (Kalsium nitrat)
HNO3 (Asama Nitrat)
FeSO4 (Ferrum Sulfat)

B
H3PO4 (Asam Phosphat)
KNO3 (Kalium Nitrat)
KH2PO4 (Kalium Hidrogen Phosphat)
MgSO4 (Magnesium sulfat/garam inggris)
H3BO3 (Asam Borat)
(NH4)6Mo7O4 (Amonium molibdat)
ZnSO4 (Seng sulfat)
CuSO4 (Kupri Sulfat)
K2SO4 (Kalium sulfat)

C
CO(NH2)2 (Urea)

Nah untuk penanaman sendiri ada banyak tehnik, silahkan pilih yang anda suka
Bisa menggunakan pipa paralon. dengan cara media tanam biasanya menggunakan wadah kecil dan masukkan ke dalam pipa paralon yang telah dilubangi, dan pastikan agar akar terendam sedikit namun tidak semuanya terendam karena akan mati.

Bisa juga menggunakan cara konvensional dengan menggunakan polibag yang sudah diisi arang sekam dan pasir dan berikan nutrisi dengan interval 3 kali sehari. Gantung polibag dengan sistem pengajiran.

Selamat mencoba, kurang lebihnya browsing lagi hehehehe
semoga bermanfaat.


No comments:

Post a Comment

Semoga bermanfaat

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate