Secara umum ayam petelur ada 2 jenis yang sering dibudidayakan
a. Putih.
- Ayam petelur putih atau biasa juga disebut sebagai ayam ringan, memiliki beberapa ciri-ciri. Yaitu:
- Telur berwarna putih,
- Sensitif terhadap panas,
- Sensitif terhadap suara,
- Berat tubuh yang ringan, dan
- Jenis ayam petelur yang mudah dijumpai.
b. Petelur Cokelat.
Ayam ini yang umum dibudidayakan di Indonesia. Ayam petelur cokelat atau biasa juga disebut sebagai ayam medium, memiliki beberapa ciri. Yaitu:
- Telur berwarna cokelat,
- Ukuran telur lebih besar dari pada ayam petelur putih,
- Dapat difungsikan sebagai ayam pedaging,
- Harga telur lebih mahal dari pada ayam petelur putih,
- Jenis ayam petelur yang cukup sulit dijumpai.
Jenis ayam petelur yang umum diternakan di Indonesia yaitu ayam Hibrida/ golden comet.
jenis lain ayam petelur diantaranya
Ayam Rhode Island
Ayam Barnevelder
Ayam Hibrida
Ayam Ancona
Ayam Leghorn
Ayam Buff Orpington
Untuk golden comet sendiri biasa dipilih karena konsumsinya sedikit dan cenderung mempunyai produktivitas yang cukup tinggi. Yang perlu diperhatikan adalah ketika memilih ayam jenis ini pilih dari pabrikan mana yang anda mau karena beda pabrik DOC beda pula hasil telurnya kalau ndak salah hehehe
Untuk kandang disesuaikan kebutuhan dan kantong hehehe, namun biasanya ayam petelur manggunakan kandang baterai karena dapat menjaga tingkat produktifitas dan kanibalisme. Usahakan ayam tidak bisa berbalik arah. Lho kenapa? pada dasarnya ayam ini suka berkelahi. coba saja lukai sedikit ayam ini kemungkinan besar ayam yang lain akan mematok ayam yang ada lukanya. hehehe
Tinggi minimal antara tanah dengan dasar kandang adalah 1 meter, Kandang jangan terlalu panas, jangan juga lembab (kalau lembab memudahkan penyakit datang)
Tempat / lokasi kandang.
1. pastikan mudah sumber air . Ya! ayam itu butuh minum dan ndak mengenal cuaca panas atau hujan pasti minum, jika tidak tersedia/sumber air susah kalau musim kemarau akan menyulitkan apabila sumber air susah.
2. pastikan lokasi jauh dari permukiman. Pasti anda tau kan bau kotoran ayam, itu baru satu apalagi kalau ratusan bahkan ribuan, bayangkan saja baunya hehehe. Kalau dekat pemukiman bisa-bisa digruduk sama masyarakat
3. Mudah dijangkau. JIka sarat 1 dan dua sudah terpenuhi tetapi yang ketiga ini tidak terpenuhi ya sama saja kurang stategis. Mengapa? untuk pengiriman logistik pakan/obat serta distribusi hasil panen akan menyulitkan jika truk tidak bisa masuk lokasi. Apabila dipaksakan pasti akan menambah ongkos produksi karena memerlukan tenaga tambahan untuk distribusi.
4. Lokasi tetap. Jika anda punya lahan sendiri ya sukurlah karena dipastikan tidak akan pindah lokasi. tapi kalau lahan yang anda kelola itu sewa, usahakan sewa jangka panjang. Misalkan saja kita sewa 2 tahun dan tidak boleh diperpanjang lagi, sedangkan ayam kita masih produksi, bagaimana memindahkannya? bisa saja sih dijual tapi bagaimana dengan kandangnya? berapa ongkosnya untuk pidah dan pasang kembali? berapa hasil yang sudah didapat selama 2 tahun? hehehe
Pakan
Pakai pakan pabrikan aja lah daripada ribet.
Misal kita bikin sendiri, kualitasnya kita tidak bisa pastikan, dan otomatis hasilnya juga berpengaruh.
Jagung kurang kering berpengaruh, bekatul kurang kering juga berpengaruh. Pakan kurang berkualitas juga penyebab datangnya penyakit. jadi saran saya pakan barikan aja lah selisih dikit ndak apa
Minum
Berikan vitamin dan anti stres ketika ayam baru datang.
Perhatikan juga musim kemarau, hujan. panas atau musim dingin, pergantian cuaca dalam memberikan vitamin pada ayam agar daya tahan tubuh terjaga dan produktifitas tetap normal
Kebersihan.
Jaga kandang agar selalu bersih, kebersihan kandang berpengaruh pada penyakit yang datang
Vaksinasi
Jangan lupa vaksinasi, pastikan vaksin dengan jenis terbaru. Maksudnya penyakit / virus selalu bermutasi dan selalu berkembang dan lama-kelamaan akan kebal dari obat dan vaksin. nah pastikan vaksin yang digunakan vaksin generasi terakhir
Panen.
Suka-suka, bisa dilakukan 3 kali sehari bisa sekali bisa juga 2 kali sehari
Semoga bermanfaat
Tambahan,
Jika sudah mulai tidak produktif bisa dicoba dengan menyemprotkan air/memandikan ayam yang sudah mulai tidak produktif selama seminggu. Jika sudah dilakukan masih tetap lebih baik anda jual saja karena cost lebih besar.
No comments:
Post a Comment
Semoga bermanfaat