Fila Amank Farm: July 2018 ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Tuesday, July 31, 2018

Tips budidaya Pembenihan Ikan Lele dengan mudah

Proses awal dari segala bidang perikanan yaitu pembenihan, proses ini akan sangat menentukan hasil panen baik tingkat petani pendeder ataupun petani pembesaran. Selengkapnya mari kita simak mengenai pembenihan hehehe

Ada dua segi usaha dalam budidaya ikan lele, yakni usaha pembesaran dan usaha pembenihan.
Para peternak pembesaran biasanya tidak membenihkan sendiri disamping untuk menghemat tenaga juga untuk menghemat biaya (buruh, pakan dll), juga mengatasi kendala tempat, dimana pembenihan memerlukan lahan yang lebih luas
Lebih efisien bagi mereka untuk membeli benih dari peternak benih juga karena pembenihan ikan lele memerlukan tingkat keterampilan dan ketelitian dan ketekunan yang lebih tinggi.

Pertimbangan lain dari para petani untuk melakukan salah satu segi usaha tersebut yang utamanya adalah untuk lebih focus terhadap usahanya, jadi tidak terbelah antara pembenihan dan pembesaran karena dari keduanya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, masalah yang berbeda pula.


Tahap pertama yang harus dilakukan.

Pemilihan iduk lele
Pastikan induk lele adalah induk yang berkualitas, bisa diperoleh di balai penelitian ataupun pedagang indukan yang sudah bonafit. jangan asal-asalan ya karena akan berpengaruh juga di tingkat pembesaran dan tentunya akan berimbas juga pada usaha anda.

Setelah mendapatkan induk yang berkualitas, tahap selanjutnya yaitu seleksi indukan lele
Lho kok diseleksi? kan sudah dapat induk yang berkualitas?!
Yups. seleksi perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perlu diingat kondisi ikan lele sekalipun indukan berkualitas tidak menutup kemungkinan kondisi fisiknya baik, mungkin terkena penyakit dst.

Kemudian jika memilih indukan dari kecil.
Paling tidak memilih indukan dari ukuran 5 sampai 10 cm, perhatikan fisiknya yang paling sempurna, paling lincah, paling cepat besar. Kemudian jika sudah terpilih pisahkan dari yang lain. lakukan penyortiran paling tidak 2 minggu sekali sampai usia 7 bulan minimal.

Tahap pembenihan
Biasanya indukan dicampur antara jantan dan betina, tapi ada baiknya dipisah antara jantan dan betina untuk menghindari pembenihan diluar rencana.
berikan pakan khusus untuk indukan agar menghasilkan gonad yang matang, kalau perlu beri juga suplemen khusus. Kolam indukan paling tidak berisi 7 ekor/m.

Pemijahan bisa dilakukan setelah indukan betina dan jantan siap dengan ciri2

Betina
- Bagian perut membesar ke arah anus, apabila diraba tersa lembek (perus sudah turun ke bawah/tidak kencang)
- Apabila diurut akan keluar telur berwarna hijau tua (warna cerah ya tidak kusem)
- Alat kelamin berwarna kemerahan dan terlihat membengkak
- Warna tubuh berubah menjadi coklat kemerahan
- Gerakannya lambat

Jantan
- Tubuhnya ramping
- Alat kelaminnya memerah (benar-benar merah)
- Warna tubuh akan terlihat coklat kemerahan
- Jika dipencet alat kelaminnya keluar cairan putih kental
- Gerakannya lincah

Teknik pemijahan ikan lele
Pemijahan atau mengawinkan ikan untuk pembenihan ikan lele bisa dilakukan dengan berbagai metode, baik yang alami atau intensif. Pemijahan alami yaitu perkawinan yang tidak memerlukan campur tangan manusia dalam proses pembuahan sel telur dengan sperma. Sedangkan pemijahan intensif merupakan proses perkawinan yang memerlukan intervensi manusia dalam proses pembuahannya. Terdapat beberapa cara populer yang biasa dipakai untuk memijahkan ikan lele secara intensif, yaitu:
Penyuntikan hipofisa
Penyuntikan hormon buatan
Pembuahan in vitro (dalam tabung)

untuk yang alami
Setelah memilih indukan jantan dan betina (perbandingan 1 jantan 2 betina)
masukkan ke kolam pemijahan yang sudah siap dengan air jernih pada sore hari, usahakan jangan sampai ikan terganggu karena akan berpengaruh pada hasil pembuahan.
Keesoan harinya biasanya sudah ada telur di kakaban (tempat bertelur), jika sudah ada pindahkan ke kolam penetasan.


Untuk menjaga kubalitas benih yang dihasilkan, ada baiknya setiap pemijahan dicatat hasil panennya
 paling tidak sampai indukan berumur 7 bulan (umur dari pertama bertelur) Jika hasil sudah menurun apalagi sudah drastic maka perlu diafkirkan indukan tersebut.

Semoga bermanfaat, tetap berusaha dan pantang menyerah.

Monday, July 30, 2018

Rahasia keberhasilan budidaya lele agar panen melimpah


Budidaya Lele panen melimpah

Tahap pertama yang menentukan keberhasilan budidaya lele yaitu memilih system budidaya yang tepat. Tepat disini bisa diartikan sesuai keadaan sumber pakan, sumber air dan tentu saja lahan yang ada.

1. Sistem konvensional
2. Sistem Lomyam (di bawah kandang ayam)
3. SIstem NWS (Natural Water Sistem)
4. Sistem Boster
5. Sistem bioflok
6. Sistem organik
.dst
namun saya tidak akan menjelaskan satu persatu hehehe.

Jadi tepat disini belum tentu tepat buat anda. Misal di daerah kering anda tidak mungkin melakukan system konvensional dengan kolam besar karena sulitnya mendapatkan air. Begitu pula dengan pakan, anda bias saja menggunakan ayam mati, namun mungkin akan kesulitan jika daerah anda tidak ada peternakan ayam. hehehe ya jadi sesuaikan sendiri saja system yang akan anda pilih sesuai kondisi daerah anda sendiri tentunya disertai dengan ilmu dan tehnik yang benar,

Dengan ilmu yang anda punya dan pengalaman tentunya, apapun system yang anda gunakan akan berhasil meraup untung yang besar. 

Salah satu strategi penting sukses budidaya lele adalah tahap memilih bibit. Banyak peternak pemula yang mengalami kerugian karena salah dalam memilih ukuran bibit. Berdasarkan pengalaman dalam budidaya lele. Sudah umum bahwa rahasia budidaya lele 40 hari panen adalah pembesaran ikan lele ukuran 9-12 ekor, dimana ukuran ini sudah sangat aman, dengan tingkat kematian yang sangat sedikit.

Yups, benar. tebar lele ukuran 9-12 memang lebih cepat panen karena memang sudah beranjak remaja. tapi sebenarnya sama saja, dari ukuran 35 ke 9-12 dibutuhkan kira-kira waktu 2 minggu, jadi sama saja hasilnya. Lho kok sama? hitungannya harga lele ukuran 9-12 lebih mahal mungkin setara jika digunakan untuk memberi pakan lele ukuran 35 ke 9-12 mungkin juga lebih murah.

Tapi, bagi yang belum professional seperti saya mungkin lebih baik menggunakan yang ukuran 9-12 karena tingkat kematian sudah berkurang jika dibandingkan dengan lele yang berukuran lebih kecil.

Hal terpenting yang tidak boleh dilupakan yaitu Pengalaman, Teori dibutuhkan namun itu hanya membantu saja, dan ilmu yang menentukan keberhasilan berasal dari diri anda sendiri.
Saya contohkan missal praktisi perikanan memberikan tolok ukur pemberian dolomit 150gr/m. bisa jadi itu dilakukan pada percobaan didaerah tertentu yang jika diterapkan didaerah anda kurang cocok dikarenakan tingkat keasaman yang berbeda, suhu yang berbeda dan kandungan mineral air yang berbeda pula.

Intinya Insting yang berbicara.
Pahami apa itu ikan lele, bagaimana hidupnya, bagaimana perilakunya. Perhatikan setiap perkembangan di kolam anda, jika ada yang berbeda dari biasanya mungkin ada masalah dan telusuri masalah tersebut entah itu dari air atau yang lain (coba tengok teori yang sudah anda punya sebagai referensi)

Semoga bermanfaat

Thursday, July 26, 2018

Management Pakan Ikan sistem RWS (Red Water Sistem)


Pemberian pakan merupakan hal utama dalam segala jenis budidaya baik peternakan maupun perikanan karena pemberian pakan yang baik akan memberikan hasil maksimal disamping managemen pengelolaannya.
Management pakan yang baik disamping kualitas pakan, akan meningkatkan jumlah produksi, kualitas dan meminimalkan kuantitas pakan tersebut sehingga hasil yang didapat lebih maksimal.

Untuk lebih jelasnya kita simak management pakan berikut:

• Pemberian pakan setelah bibit normal (setelah tebar dan ikan sehat)
Dosis 5% - 1,5% dari berat total
umur 3 - 15 hari 5% sehari 4x •
umur 15- 25 hari 4% sehari 3x
umur 25 - 35 hari 3% sehari 3x
umur 35 - 45 hari 3% sehari 2x
umur 45-60 hari 2,5% sehari 2x
umur 60 - panen 1,5% sehari 2x
• Pakan harus dicampur probiotik dan diamkan minimal 10 menit
dalam pencampuran jangan sampai pakan menggumpal
• Tebar pakan dg merata,
penebaran harus cepat karena sifat ikan lele yang agresif, jadi memungkinkan semua ikan kebagian pakan terutama yang kalah dari segi ukuran dan kecepatannya. Jika kurang cepat ikan yang besar dan punya tenaga lebih akan mendapatkan lagi tebaran kedua sedangkan ikan kecil tidak dapat dari tebaran yang pertama

• Dosis pakan yg diberikan 80% dr jatah. (Mengantisipasi jumlah dan bobot ikan yang kurang)

PEMAKAIAN PROBIOTIK • Dicampurkan pakan dg dosis 10ml/kg • Ditambahi air/ tetes/gula merah baru dicampur pakan
• Diamkan sekitar 10 menit
• Tiap pemberian pakan wajib ditambahkan probiotik



Misal kita tebar ukur 3-5 dgn bobot 1100gr dgn jumlah 1000 ekor jdi / ekor bobotnya 1,1gr,cara pethitungan yg mudah :
( 3-15 = 5% )-----1,1x5% =55gr
55x12 hr = 660gram kita anggap sr 100% slma masa 12 hr ada kenaikan bobot 4.9gram menjadi 6 gram/ekor ( smpling )
( 15-25 hari = 4% )------6x4%= 240x10 =2400gr,sr msih sma 100% slma masa 10 hr ada kenaikan bbot 11 gram mnjdi 17gram/ekor ( sampling )
(25-35 hr = 3%)-----17x3% = 510gr x10 =5100 krn SRnya 98% menjdi =4998gr slm masa 10 hr ada knaikan bobot 13gr mnjdi 30gram/ekor ( smpling )
( 35-45hri = 3% )------30x3% =900 x 10hr = 9000gr krn SRnya 96% mnjadi 8640gr slma 10 hr ada knaikan bbot 26gr mnjdi 56gr/ekor( sampling )
( 45-60 hr = 2,5% )-----56 x 2,5% =1400gr x15 hr = 21000 krn SRnya 95% mnjdi 19950 slm masa 15hr ada kenaikan bbot 15 gram mnjdi 71gr/ekor ( smpling )
(60-70hr = 2,5% )------71 x 2,5% = 1775 x 10 hr = 17750 ,SR 95% mnjdi 16862gr slm 10 hri ada knaikan bbot 13 gr mnjadi 84gr/ekor ( sampling )
( 70-80hr = 2% )------84x2%= 1680gr krn SR 94% menjadi 15792gr slma 10 hr

Pengalaman saya,
Dari hasil pengamatan saya ketika bermain ke tempat pembudidaya, mereka menginginkan hasil yang maksimal dengan menggenjot pakan pada saat usia ikan sudah pertengahan atau dewasa. Menurut saya ini kurang tepat, logikanya ikan juga sama seperti manusia, jika manusia dewasa digenjot pakan+vitamin hasilnya pertumbuhannya kurang dan pertumbuhannya juga segitu2 saja selain itu juga hanya menghamburkan pakan karena tidak terserap secara maksimal oleh tubuh ikan.
Jika ingin menggenjot pakan berikan pada usia tebar 3-15 hari tebar (asumsi tebar ikan berusia 1-2 minggu atau ukuran 35 atau 47)
Berikan pada hari pertama pemberian pakan 9% dari bobot ikan (standarnya 5%) dan kurangi sampai hari ke 15 menjadi 4 %. setelah hari ke 15 berikan pakan dengan presentase normal.
Semoga bermanfaat, selamat mencoba.    

dari berbagai sumber

Sunday, July 22, 2018

pencegahan penyakit budidaya ikan lele sistem red water system

Assalamu'alaikum sobat semua

Selamat datang di blog yang cuma begini saja, tapi apapun itu semoga bermanfaat hehehehe. Amiiinnnn

kali ini saya akan berbicara soal kehidupan lele khususnya di tingkat petani.
Anda semua pasti tahu kan ikan lele?! ya, ikan berkumis yang lincah dan banyak digemari masyarakat.
Ikan ini bisa ditemukan disemua penjuru Negeri yang Gemah Ripah Lohjinawi ini, dari pelosok sungai yang kecil sampai di sungai besar pun banyak ditemukan ikan jenis ini, entah darimana asalnya, yang jelas ada aja.
Itu menandakan bahwa ikan ini bisa bertahan hidup dan beradaptasi dengan cepat dengan lingkungannya. Tentu anda semua setuju dengan pendapat saya yang satu ini, ya tentu saja karena mungkin di sekitar tempat tinggal anda masih ada yang membuah air limbah rumah tangga di kolam penampungan terbuka kan?! Yah disitu biasanya diberi ikan lele supaya tidak ada jentik-jentik nyamuk.
Lho kok! iya lele, ikan ini bisa hidup ditempat seperti itu yang airnya saja tidak sehat, air yang berasal dari bekas cucian, dan macem-macem.

Lalu bagaimana tingkat kehidupan di tingkat petani?

Lele yang asli memang hidup di alam memang mempunyai daya tahan yang lebih tinggi di banding ikan budidaya, iki dikarenakan alam memberikan segalanya termasuk penyakit, hama dan predator di alam. inilah yang membuat lele yang berada di alam bebas lebih kebal dari penyakit termasuk geraknya yang bebas tidak dibatasi dinding semen ataupun terpa.
Berbeda dengan ikan budidaya yang dibatasi geraknya oleh sekat terpal ataupun semen dan harus berbagi dengan banyak ikan lain yang tentunya tidak semuanya sehat dan penyakit yang menghinggapinya tidak tersikulasikan karena hanya mengendap di kolam yang tidak selalu berganti air/mengalir.

Belum lagi ikan hasil kawin silang yang ndak jelas asal usulnya, itu menambah parah tingkat kekebalan si lele (menurut saya).

untuk memaksimalkan tingkat kehidupan lele, mungkin sedikit tips dari saya bisa membantu

1. Kolam

pasti anda sekarang sudah tidak asing dengan kolam bundar, apa sih yang membedakannya? yang penting kan ada airnya?.
tentu saja ada perbedaannya, yang pertama pada kolam budar tidak ada pojokan seperti di kolam kotak yang memungkinkan endapan kotoran menumpuk di pojokan yang berakibat pada percepatan timbulnya amoniak, dimama amoniak bisa timbul dari kotoran yang mengendap. sedangkan di kolam bundar meminimalisir endapan kotoran. Yang kedua, insting ikan lele yang mencari tempat persembunyian, ya tentunya mencari pojokan untuk berlindung sedangkan di kolam bundar tidak ada lagi tempat untuk berlindung di pojokan. Yang ketiga dengan kolah bundar lele lebih terus aktif bergerak yang meminimalkan terjangkitnya penyakit di banding ikan yang kurang aktif. Yang keempat dengan aktifnya gerak lele otomatis air kolam terus bergerak sehingga meminimalkan endapan sepeeti point yang pertama

2. Proses awal dari pemilihan benih lele sebelum tebar.

Pilihlah benih ikan yang jelas asal usul indukannya, ciri-cirinya bentuk tubuh tidak cacat, besar kecilnya seragam, warna seragam, lincah dan aktif bergerak. tanya juga sortiran ke berapa.

3. Proses setelah tebar

Proses ini adalah proses penting jika menginginkan hasil yang maksimal terumata pada sistem RWS.
memang sistem ini meminimalkan pergantian air, tapi itu tidak sepenuhnya benar, karena lele setiap hari membuang kotoran dan kotoran ini semakin lama memuat pekat air dan menambah kekentalan air.
untuk mengatasi hal tersebut yang perlu dilakukan yaitu, 1) pergantian air secara berkala, lakukan pergantian air 20% minimal 10 hari sekali dan buang air dasar, ingat air dasar. 2) pemberian probiotik ataupun rabal atau sejenisnya secara rutin untuk membunuh bakteri jahat. pemberian kapur dolomit juga kadang diperlukan tergantung kebutuhan, misal jika suhu air terlalu dingin, kalau PH air biasanya di sistem RWS stabil (menurut pengalaman saya)

4. Penyortiran

lakukan sortir secara berkala. kodrat lele adalah kanibal jadi lele yang kecil akan di makan yang besar, jadi kematian lele tidak 100% dikarenakan penyakit. pindahkan lele yang seukuran.

5. Kepadatan

Kepadatan lele bisa anda tentukan sendiri tapi untuk sistem ini cukup dikisaran 500ekor/m. Bisa lebih asalkan anda sudah ahli dibidangnya.
Kenapa begitu? ya, lele sama juga seperti manusia, jika kurang ruang gerak juga akan menghambat pertumbuhan.

6. Alam

Biarkan lele hidup seperti di alamnya, jika semua hal di atas dilakukan dengan benar kemungkinan lele akan betah  seperti di alamnya.

Sekian, semoga bermanfaat.

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate