Proses awal dari segala bidang perikanan yaitu pembenihan, proses ini akan sangat menentukan hasil panen baik tingkat petani pendeder ataupun petani pembesaran. Selengkapnya mari kita simak mengenai pembenihan hehehe
Ada dua segi usaha dalam budidaya ikan lele, yakni usaha pembesaran dan usaha pembenihan.
Para peternak pembesaran biasanya tidak membenihkan sendiri disamping untuk menghemat tenaga juga untuk menghemat biaya (buruh, pakan dll), juga mengatasi kendala tempat, dimana pembenihan memerlukan lahan yang lebih luas
Lebih efisien bagi mereka untuk membeli benih dari peternak benih juga karena pembenihan ikan lele memerlukan tingkat keterampilan dan ketelitian dan ketekunan yang lebih tinggi.
Pertimbangan lain dari para petani untuk melakukan salah satu segi usaha tersebut yang utamanya adalah untuk lebih focus terhadap usahanya, jadi tidak terbelah antara pembenihan dan pembesaran karena dari keduanya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, masalah yang berbeda pula.
Tahap pertama yang harus dilakukan.
Pemilihan iduk lele
Pastikan induk lele adalah induk yang berkualitas, bisa diperoleh di balai penelitian ataupun pedagang indukan yang sudah bonafit. jangan asal-asalan ya karena akan berpengaruh juga di tingkat pembesaran dan tentunya akan berimbas juga pada usaha anda.
Setelah mendapatkan induk yang berkualitas, tahap selanjutnya yaitu seleksi indukan lele
Lho kok diseleksi? kan sudah dapat induk yang berkualitas?!
Yups. seleksi perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, perlu diingat kondisi ikan lele sekalipun indukan berkualitas tidak menutup kemungkinan kondisi fisiknya baik, mungkin terkena penyakit dst.
Kemudian jika memilih indukan dari kecil.
Paling tidak memilih indukan dari ukuran 5 sampai 10 cm, perhatikan fisiknya yang paling sempurna, paling lincah, paling cepat besar. Kemudian jika sudah terpilih pisahkan dari yang lain. lakukan penyortiran paling tidak 2 minggu sekali sampai usia 7 bulan minimal.
Tahap pembenihan
Biasanya indukan dicampur antara jantan dan betina, tapi ada baiknya dipisah antara jantan dan betina untuk menghindari pembenihan diluar rencana.
berikan pakan khusus untuk indukan agar menghasilkan gonad yang matang, kalau perlu beri juga suplemen khusus. Kolam indukan paling tidak berisi 7 ekor/m.
Pemijahan bisa dilakukan setelah indukan betina dan jantan siap dengan ciri2
Betina
- Bagian perut membesar ke arah anus, apabila diraba tersa lembek (perus sudah turun ke bawah/tidak kencang)
- Apabila diurut akan keluar telur berwarna hijau tua (warna cerah ya tidak kusem)
- Alat kelamin berwarna kemerahan dan terlihat membengkak
- Warna tubuh berubah menjadi coklat kemerahan
- Gerakannya lambat
Jantan
- Tubuhnya ramping
- Alat kelaminnya memerah (benar-benar merah)
- Warna tubuh akan terlihat coklat kemerahan
- Jika dipencet alat kelaminnya keluar cairan putih kental
- Gerakannya lincah
Teknik pemijahan ikan lele
Pemijahan atau mengawinkan ikan untuk pembenihan ikan lele bisa dilakukan dengan berbagai metode, baik yang alami atau intensif. Pemijahan alami yaitu perkawinan yang tidak memerlukan campur tangan manusia dalam proses pembuahan sel telur dengan sperma. Sedangkan pemijahan intensif merupakan proses perkawinan yang memerlukan intervensi manusia dalam proses pembuahannya. Terdapat beberapa cara populer yang biasa dipakai untuk memijahkan ikan lele secara intensif, yaitu:
Penyuntikan hipofisa
Penyuntikan hormon buatan
Pembuahan in vitro (dalam tabung)
untuk yang alami
Setelah memilih indukan jantan dan betina (perbandingan 1 jantan 2 betina)
masukkan ke kolam pemijahan yang sudah siap dengan air jernih pada sore hari, usahakan jangan sampai ikan terganggu karena akan berpengaruh pada hasil pembuahan.
Keesoan harinya biasanya sudah ada telur di kakaban (tempat bertelur), jika sudah ada pindahkan ke kolam penetasan.
Untuk menjaga kubalitas benih yang dihasilkan, ada baiknya setiap pemijahan dicatat hasil panennya
paling tidak sampai indukan berumur 7 bulan (umur dari pertama bertelur) Jika hasil sudah menurun apalagi sudah drastic maka perlu diafkirkan indukan tersebut.
paling tidak sampai indukan berumur 7 bulan (umur dari pertama bertelur) Jika hasil sudah menurun apalagi sudah drastic maka perlu diafkirkan indukan tersebut.
Semoga bermanfaat, tetap berusaha dan pantang menyerah.