Fila Amank Farm: pencegahan penyakit budidaya ikan lele sistem red water system ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Sunday, July 22, 2018

pencegahan penyakit budidaya ikan lele sistem red water system

Assalamu'alaikum sobat semua

Selamat datang di blog yang cuma begini saja, tapi apapun itu semoga bermanfaat hehehehe. Amiiinnnn

kali ini saya akan berbicara soal kehidupan lele khususnya di tingkat petani.
Anda semua pasti tahu kan ikan lele?! ya, ikan berkumis yang lincah dan banyak digemari masyarakat.
Ikan ini bisa ditemukan disemua penjuru Negeri yang Gemah Ripah Lohjinawi ini, dari pelosok sungai yang kecil sampai di sungai besar pun banyak ditemukan ikan jenis ini, entah darimana asalnya, yang jelas ada aja.
Itu menandakan bahwa ikan ini bisa bertahan hidup dan beradaptasi dengan cepat dengan lingkungannya. Tentu anda semua setuju dengan pendapat saya yang satu ini, ya tentu saja karena mungkin di sekitar tempat tinggal anda masih ada yang membuah air limbah rumah tangga di kolam penampungan terbuka kan?! Yah disitu biasanya diberi ikan lele supaya tidak ada jentik-jentik nyamuk.
Lho kok! iya lele, ikan ini bisa hidup ditempat seperti itu yang airnya saja tidak sehat, air yang berasal dari bekas cucian, dan macem-macem.

Lalu bagaimana tingkat kehidupan di tingkat petani?

Lele yang asli memang hidup di alam memang mempunyai daya tahan yang lebih tinggi di banding ikan budidaya, iki dikarenakan alam memberikan segalanya termasuk penyakit, hama dan predator di alam. inilah yang membuat lele yang berada di alam bebas lebih kebal dari penyakit termasuk geraknya yang bebas tidak dibatasi dinding semen ataupun terpa.
Berbeda dengan ikan budidaya yang dibatasi geraknya oleh sekat terpal ataupun semen dan harus berbagi dengan banyak ikan lain yang tentunya tidak semuanya sehat dan penyakit yang menghinggapinya tidak tersikulasikan karena hanya mengendap di kolam yang tidak selalu berganti air/mengalir.

Belum lagi ikan hasil kawin silang yang ndak jelas asal usulnya, itu menambah parah tingkat kekebalan si lele (menurut saya).

untuk memaksimalkan tingkat kehidupan lele, mungkin sedikit tips dari saya bisa membantu

1. Kolam

pasti anda sekarang sudah tidak asing dengan kolam bundar, apa sih yang membedakannya? yang penting kan ada airnya?.
tentu saja ada perbedaannya, yang pertama pada kolam budar tidak ada pojokan seperti di kolam kotak yang memungkinkan endapan kotoran menumpuk di pojokan yang berakibat pada percepatan timbulnya amoniak, dimama amoniak bisa timbul dari kotoran yang mengendap. sedangkan di kolam bundar meminimalisir endapan kotoran. Yang kedua, insting ikan lele yang mencari tempat persembunyian, ya tentunya mencari pojokan untuk berlindung sedangkan di kolam bundar tidak ada lagi tempat untuk berlindung di pojokan. Yang ketiga dengan kolah bundar lele lebih terus aktif bergerak yang meminimalkan terjangkitnya penyakit di banding ikan yang kurang aktif. Yang keempat dengan aktifnya gerak lele otomatis air kolam terus bergerak sehingga meminimalkan endapan sepeeti point yang pertama

2. Proses awal dari pemilihan benih lele sebelum tebar.

Pilihlah benih ikan yang jelas asal usul indukannya, ciri-cirinya bentuk tubuh tidak cacat, besar kecilnya seragam, warna seragam, lincah dan aktif bergerak. tanya juga sortiran ke berapa.

3. Proses setelah tebar

Proses ini adalah proses penting jika menginginkan hasil yang maksimal terumata pada sistem RWS.
memang sistem ini meminimalkan pergantian air, tapi itu tidak sepenuhnya benar, karena lele setiap hari membuang kotoran dan kotoran ini semakin lama memuat pekat air dan menambah kekentalan air.
untuk mengatasi hal tersebut yang perlu dilakukan yaitu, 1) pergantian air secara berkala, lakukan pergantian air 20% minimal 10 hari sekali dan buang air dasar, ingat air dasar. 2) pemberian probiotik ataupun rabal atau sejenisnya secara rutin untuk membunuh bakteri jahat. pemberian kapur dolomit juga kadang diperlukan tergantung kebutuhan, misal jika suhu air terlalu dingin, kalau PH air biasanya di sistem RWS stabil (menurut pengalaman saya)

4. Penyortiran

lakukan sortir secara berkala. kodrat lele adalah kanibal jadi lele yang kecil akan di makan yang besar, jadi kematian lele tidak 100% dikarenakan penyakit. pindahkan lele yang seukuran.

5. Kepadatan

Kepadatan lele bisa anda tentukan sendiri tapi untuk sistem ini cukup dikisaran 500ekor/m. Bisa lebih asalkan anda sudah ahli dibidangnya.
Kenapa begitu? ya, lele sama juga seperti manusia, jika kurang ruang gerak juga akan menghambat pertumbuhan.

6. Alam

Biarkan lele hidup seperti di alamnya, jika semua hal di atas dilakukan dengan benar kemungkinan lele akan betah  seperti di alamnya.

Sekian, semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Semoga bermanfaat

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate