Assalamu'alaikum sobat tani
Permasalah budidaya merupakan permasalah dasar yang harus dibenahi untuk menjamin ketersediaan pangan khususnya kebutuhan gizi dari sektor perikanan air tawar, seperti artikel saya yang kemarin
2. Sektor pendeder
Pendeder saya katakan pebagai petani sambung yang berarti mereka tidak memulai dari awal dan tidak juga sebagai pemroses akhir dalam hal budidaya. Petani pendeder hanya membeli benih dari pembenih kamudian dibesarkan sampai ukuran tebar untuk pembesaran konsumsi. Selang waktu yang mereka butuhkan bisa dikatakan singkat yakni antara 21 hari sampai 35 hari. Contoh petani ini banyak tersebar di daerah Magelang khususnya desa Ngrajek sebagai penghasil bibit ikan air tawar, kemudian Wonosobo, banjarnegara, Banyumas dan masih banyak daerah lain di Jawa timur dan Jawa barat.
Di sentra-sentra perikanan seperti Kota tersebut di atas dimanfaatkan oleh sebagian petani untuk mendapatkan penghasilan. Hal ini dikarekanan sebagian petani pembenih tidak mungkin melakukan pembenihan sekaligus pembesaran sampai konsumsi karena memakan waktu yang lama dan tentunya lahan yang luas, pun halnya dengan petani pembesaran ikan lele, sebagian petani pembesaran lebih memilih membeli benih dari pendeder daripada langsung ke pembenih dengan alasan daya presentase kehidupan lebih besar karena ikan hasil dari pendeder sudah ditebar di tambak/sawah sehingga dianggap sudah mampu beradaptasi dengan alam. alasan yang kedua adalah ikan yang mereka beli sudah tersortir oleh alam dimana ikan yang daya tahannya kurang sudah mati dan hanya menyisakan ikan dengan daya tahan yang cukup.
Namun terlepas dari peluang yang didapatkan oleh pendeder tidak dipungkiri masalah yang menggelayuti mereka diantaranya.
1. Benih
lagi-lagi benih menjadi faktor utama masalah budidaya perikanan karena benih yang berkualitas tidak akan memungkiri hasil. Namun banyak petani pendeder yang membeli benih dari pembenih abal-abal dengan ansumsi bahwa ikan lebih murah pasti untung lebih banyak.
Bisa dikatakan keuntungan pendeder lebih besar dari petani pembesaran lele jika presentase kehidupan tinggi. Pemilihan bibit yang sembarang bisa juga dikarenakan pendeder sudah tau cara untuk mensiasati kematian masal benih lele.
Pemindahan ke tambak atau sawah menjadi momok yang bisa dikatakan menakutkan karena dasi sinilah proses adaptasi ikan dari habitat sebelumnya ke habitat yang baru mulai dari suhu air Ph air kandungan kapur, zat besi dll.
Saran yang bisa saya berikan
yang pertama apabila proses angkut menggunakan plastik beroksigen, masukkan plastik ke dalam tambak tanpa melepaskan ikatan plastik, dengan tujuan mengadaptasikan suhu ari, tunggu sampai kira-kira 30 menit setelah itu baru buka plastik dan masukkan air tambak sedikit demi sedikit, setelah kira-kira ikan lincah barulah ikan siap ditebar secara pelan-pelan.
yang kedua apabila pengangkutan menggunakan dirigen. Pada prinsipnya penebaran benih yang pengangkutannya menggunakan plastik beroksigen hampir sama yang membedakan hanya lama waktunya saja yang berbeda dimana benih yang pengangkutannya menggunakan dirigen lebih singkat.
Waktu penebaran pun harus diperhatikan, usahakn di sore hari ya kawan
Masalah lain yang dihadapi pendeder yaitu hama seperti ular, nah ini tergantung kelincaha si ikan menghindar dari sergapan ular terutama di malam hari, selain itu pembersihan tambak tanah perlu diperhatikan karena semakin lebat rumput semakin besar kemungkinan ular masuk ke tambak.
hama lain yaitu keong racun eh maksudnya keong beneran hehehe, kok bisa? kan keong tidak makan ikan? yah bisa!! keong menyerap nutrisi tanah tambah yang pada dasarnya sangat dibutuhkan untuk berkembangnya cacing-cacing, semakin cepat cacing habis, semakin cepat pula anda memberi pakan pabrikan. kemudian hewan-kecil lain seperti kepek dll, kalau yang ini agak susah karena kecil, saran saya adalah melakukan pembersihan sebelum tebar benih, hal ini dimaksudkan agar menghambat pertumbuhan hama ini seiring bertumbuhnya ikan lele. hama kecil ini ada yang mempunyai antup seperti lebah, bisa dipastikan kalau benih masih kecil terkena antup dan menghisap darah si lele bisa dipastikan lele akan mati.
Kemudian pakan, inilah yang menjadi keuntungan petani pendeder dimana pendeder bisa memberi pakan hanya 1 minggu sampai 10 hari saja tapi itu tergantung Pemrosesan lahan tambak yang baik. Untuk pemrosesan lahan tambak yang baik akan saya posting terpisah.
lho kok bisa? ikan kan butuh pakan setiap hari! Yups bisa saja. dari pertama tebar sampa1 10 sampai 2 minggu tidak perlu diberi pakan karena banyak cacing yang menjadi pakan alami si kecil lincah ini. sudah bukan rahasia cacing mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk ikan sehingga daya tahan ikan bisa lebih baik dan tentunya lebih cepat besar sekaligus meringankan pengeluaran pembelian pakan.
Kemudian pemrograman hasil panen dari luas lahan tambak, berapa hari yang anda inginkan dan tentunya presentase kehidupan yang maksimal
misalkan anda mempunyai tambak sawah sekitar 10x10 m persegi, anda bisa melakukan ujicoba
kalau anda tebar 35 ribu ekor sampai ukuran 46 berapa dengan pakan yang seimbang, berapa ekor yang dihasilkan setelah paneh, misal hasilnya 20 ribu ekor berarti tebar berikutnya harus dikurangi misal tebar 30ribu.
dari tebar 30 ribu itu hasilnya misal 25 ribu ekor,
Pada tebar berikutnya kurangi lagi misal ditebar 28 ribu dan hasil panennya 26 ribu. berarti hasil terakhir adalah hasil terbaik penebaran yaiitu tebar 28 ribu ekor. dengan catatan ujicoba yaitu benih yang digunakan sama.
Sekian dulu ya sobat tani, pembahasan mengenai petani pembesaran akan ada pada postingan saya berikutnya.
Semoga bermanfaat.
Permasalah budidaya merupakan permasalah dasar yang harus dibenahi untuk menjamin ketersediaan pangan khususnya kebutuhan gizi dari sektor perikanan air tawar, seperti artikel saya yang kemarin
2. Sektor pendeder
Pendeder saya katakan pebagai petani sambung yang berarti mereka tidak memulai dari awal dan tidak juga sebagai pemroses akhir dalam hal budidaya. Petani pendeder hanya membeli benih dari pembenih kamudian dibesarkan sampai ukuran tebar untuk pembesaran konsumsi. Selang waktu yang mereka butuhkan bisa dikatakan singkat yakni antara 21 hari sampai 35 hari. Contoh petani ini banyak tersebar di daerah Magelang khususnya desa Ngrajek sebagai penghasil bibit ikan air tawar, kemudian Wonosobo, banjarnegara, Banyumas dan masih banyak daerah lain di Jawa timur dan Jawa barat.
Di sentra-sentra perikanan seperti Kota tersebut di atas dimanfaatkan oleh sebagian petani untuk mendapatkan penghasilan. Hal ini dikarekanan sebagian petani pembenih tidak mungkin melakukan pembenihan sekaligus pembesaran sampai konsumsi karena memakan waktu yang lama dan tentunya lahan yang luas, pun halnya dengan petani pembesaran ikan lele, sebagian petani pembesaran lebih memilih membeli benih dari pendeder daripada langsung ke pembenih dengan alasan daya presentase kehidupan lebih besar karena ikan hasil dari pendeder sudah ditebar di tambak/sawah sehingga dianggap sudah mampu beradaptasi dengan alam. alasan yang kedua adalah ikan yang mereka beli sudah tersortir oleh alam dimana ikan yang daya tahannya kurang sudah mati dan hanya menyisakan ikan dengan daya tahan yang cukup.
Namun terlepas dari peluang yang didapatkan oleh pendeder tidak dipungkiri masalah yang menggelayuti mereka diantaranya.
1. Benih
lagi-lagi benih menjadi faktor utama masalah budidaya perikanan karena benih yang berkualitas tidak akan memungkiri hasil. Namun banyak petani pendeder yang membeli benih dari pembenih abal-abal dengan ansumsi bahwa ikan lebih murah pasti untung lebih banyak.
Bisa dikatakan keuntungan pendeder lebih besar dari petani pembesaran lele jika presentase kehidupan tinggi. Pemilihan bibit yang sembarang bisa juga dikarenakan pendeder sudah tau cara untuk mensiasati kematian masal benih lele.
Pemindahan ke tambak atau sawah menjadi momok yang bisa dikatakan menakutkan karena dasi sinilah proses adaptasi ikan dari habitat sebelumnya ke habitat yang baru mulai dari suhu air Ph air kandungan kapur, zat besi dll.
Saran yang bisa saya berikan
yang pertama apabila proses angkut menggunakan plastik beroksigen, masukkan plastik ke dalam tambak tanpa melepaskan ikatan plastik, dengan tujuan mengadaptasikan suhu ari, tunggu sampai kira-kira 30 menit setelah itu baru buka plastik dan masukkan air tambak sedikit demi sedikit, setelah kira-kira ikan lincah barulah ikan siap ditebar secara pelan-pelan.
yang kedua apabila pengangkutan menggunakan dirigen. Pada prinsipnya penebaran benih yang pengangkutannya menggunakan plastik beroksigen hampir sama yang membedakan hanya lama waktunya saja yang berbeda dimana benih yang pengangkutannya menggunakan dirigen lebih singkat.
Waktu penebaran pun harus diperhatikan, usahakn di sore hari ya kawan
Masalah lain yang dihadapi pendeder yaitu hama seperti ular, nah ini tergantung kelincaha si ikan menghindar dari sergapan ular terutama di malam hari, selain itu pembersihan tambak tanah perlu diperhatikan karena semakin lebat rumput semakin besar kemungkinan ular masuk ke tambak.
hama lain yaitu keong racun eh maksudnya keong beneran hehehe, kok bisa? kan keong tidak makan ikan? yah bisa!! keong menyerap nutrisi tanah tambah yang pada dasarnya sangat dibutuhkan untuk berkembangnya cacing-cacing, semakin cepat cacing habis, semakin cepat pula anda memberi pakan pabrikan. kemudian hewan-kecil lain seperti kepek dll, kalau yang ini agak susah karena kecil, saran saya adalah melakukan pembersihan sebelum tebar benih, hal ini dimaksudkan agar menghambat pertumbuhan hama ini seiring bertumbuhnya ikan lele. hama kecil ini ada yang mempunyai antup seperti lebah, bisa dipastikan kalau benih masih kecil terkena antup dan menghisap darah si lele bisa dipastikan lele akan mati.
Kemudian pakan, inilah yang menjadi keuntungan petani pendeder dimana pendeder bisa memberi pakan hanya 1 minggu sampai 10 hari saja tapi itu tergantung Pemrosesan lahan tambak yang baik. Untuk pemrosesan lahan tambak yang baik akan saya posting terpisah.
lho kok bisa? ikan kan butuh pakan setiap hari! Yups bisa saja. dari pertama tebar sampa1 10 sampai 2 minggu tidak perlu diberi pakan karena banyak cacing yang menjadi pakan alami si kecil lincah ini. sudah bukan rahasia cacing mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk ikan sehingga daya tahan ikan bisa lebih baik dan tentunya lebih cepat besar sekaligus meringankan pengeluaran pembelian pakan.
Kemudian pemrograman hasil panen dari luas lahan tambak, berapa hari yang anda inginkan dan tentunya presentase kehidupan yang maksimal
misalkan anda mempunyai tambak sawah sekitar 10x10 m persegi, anda bisa melakukan ujicoba
kalau anda tebar 35 ribu ekor sampai ukuran 46 berapa dengan pakan yang seimbang, berapa ekor yang dihasilkan setelah paneh, misal hasilnya 20 ribu ekor berarti tebar berikutnya harus dikurangi misal tebar 30ribu.
dari tebar 30 ribu itu hasilnya misal 25 ribu ekor,
Pada tebar berikutnya kurangi lagi misal ditebar 28 ribu dan hasil panennya 26 ribu. berarti hasil terakhir adalah hasil terbaik penebaran yaiitu tebar 28 ribu ekor. dengan catatan ujicoba yaitu benih yang digunakan sama.
Sekian dulu ya sobat tani, pembahasan mengenai petani pembesaran akan ada pada postingan saya berikutnya.
Semoga bermanfaat.