Fila Amank Farm: November 2017 ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Wednesday, November 22, 2017

Masalah dan tantangan budidaya perikanan air tawar (lele) 2

Assalamu'alaikum sobat tani

Permasalah budidaya merupakan permasalah dasar yang harus dibenahi untuk menjamin ketersediaan pangan khususnya kebutuhan gizi dari sektor perikanan air tawar, seperti artikel saya yang kemarinMasalah dan tantangan budidaya perikanan air tawar (lele) 1

2. Sektor pendeder

Pendeder saya katakan pebagai petani sambung yang berarti mereka tidak memulai dari awal dan tidak juga sebagai pemroses akhir dalam hal budidaya. Petani pendeder hanya membeli benih dari pembenih kamudian dibesarkan sampai ukuran tebar untuk pembesaran konsumsi. Selang waktu yang mereka butuhkan bisa dikatakan singkat yakni antara 21 hari sampai 35 hari. Contoh petani ini banyak tersebar di daerah Magelang khususnya desa Ngrajek sebagai penghasil bibit ikan air tawar, kemudian Wonosobo, banjarnegara, Banyumas dan masih banyak daerah lain di Jawa timur dan Jawa barat.
Di sentra-sentra perikanan seperti Kota tersebut di atas dimanfaatkan oleh sebagian petani untuk mendapatkan penghasilan. Hal ini dikarekanan sebagian petani pembenih tidak mungkin melakukan pembenihan sekaligus pembesaran sampai konsumsi karena memakan waktu yang lama dan tentunya lahan yang luas, pun halnya dengan petani pembesaran ikan lele, sebagian petani pembesaran lebih memilih membeli benih dari pendeder daripada langsung ke pembenih dengan alasan daya presentase kehidupan lebih besar karena ikan hasil dari pendeder sudah ditebar di tambak/sawah sehingga dianggap sudah mampu beradaptasi dengan alam. alasan yang kedua adalah ikan yang mereka beli sudah tersortir oleh alam dimana ikan yang daya tahannya kurang sudah mati dan hanya menyisakan ikan dengan daya tahan yang cukup.

Namun terlepas dari peluang yang didapatkan oleh pendeder tidak dipungkiri masalah yang menggelayuti mereka diantaranya.

1.  Benih
lagi-lagi benih menjadi faktor utama masalah budidaya perikanan karena benih yang berkualitas tidak akan memungkiri hasil. Namun banyak petani pendeder yang membeli benih dari pembenih abal-abal dengan ansumsi bahwa ikan lebih murah pasti untung lebih banyak.
Bisa dikatakan keuntungan pendeder lebih besar dari petani pembesaran lele jika presentase kehidupan tinggi. Pemilihan bibit yang sembarang bisa juga dikarenakan pendeder sudah tau cara untuk mensiasati kematian masal benih lele.

Pemindahan ke tambak atau sawah menjadi momok yang bisa dikatakan menakutkan karena dasi sinilah proses adaptasi ikan dari habitat sebelumnya ke habitat yang baru mulai dari suhu air Ph air kandungan kapur, zat besi dll.

Saran yang bisa saya berikan
yang pertama apabila proses angkut menggunakan plastik beroksigen, masukkan plastik ke dalam tambak tanpa melepaskan ikatan plastik, dengan tujuan mengadaptasikan suhu ari, tunggu sampai kira-kira 30 menit setelah itu baru buka plastik dan masukkan air tambak sedikit demi sedikit, setelah kira-kira ikan lincah barulah ikan siap ditebar secara pelan-pelan.

yang kedua apabila pengangkutan menggunakan dirigen. Pada prinsipnya penebaran benih yang pengangkutannya menggunakan plastik beroksigen hampir sama yang membedakan hanya lama waktunya saja yang berbeda dimana benih yang pengangkutannya menggunakan dirigen lebih singkat.
Waktu penebaran pun harus diperhatikan, usahakn di sore hari ya kawan


Masalah lain yang dihadapi pendeder yaitu hama seperti ular, nah ini tergantung kelincaha si ikan menghindar dari sergapan ular terutama di malam hari, selain itu pembersihan tambak tanah perlu diperhatikan karena semakin lebat rumput semakin besar kemungkinan ular masuk ke tambak.
hama lain yaitu keong racun eh maksudnya keong beneran hehehe, kok bisa? kan keong tidak makan ikan? yah bisa!! keong menyerap nutrisi tanah tambah yang pada dasarnya sangat dibutuhkan untuk berkembangnya cacing-cacing, semakin cepat cacing habis, semakin cepat pula anda memberi pakan pabrikan. kemudian hewan-kecil lain seperti kepek dll, kalau yang ini agak susah karena kecil, saran saya adalah melakukan pembersihan sebelum tebar benih, hal ini dimaksudkan agar menghambat pertumbuhan hama ini seiring bertumbuhnya ikan lele. hama kecil ini ada yang mempunyai antup seperti lebah, bisa dipastikan kalau benih masih kecil terkena antup dan menghisap darah si lele bisa dipastikan lele akan mati.

Kemudian pakan, inilah yang menjadi keuntungan petani pendeder dimana pendeder bisa memberi pakan hanya 1 minggu sampai 10 hari saja tapi itu tergantung Pemrosesan lahan tambak yang baik. Untuk pemrosesan lahan tambak yang baik akan saya posting terpisah.
lho kok bisa? ikan kan butuh pakan setiap hari! Yups bisa saja. dari pertama tebar sampa1 10 sampai 2 minggu tidak perlu diberi pakan karena banyak cacing yang menjadi pakan alami si kecil lincah ini. sudah bukan rahasia cacing mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk ikan sehingga daya tahan ikan bisa lebih baik dan tentunya lebih cepat besar sekaligus meringankan pengeluaran pembelian pakan.

Kemudian pemrograman hasil panen dari luas lahan tambak, berapa hari yang anda inginkan dan tentunya presentase kehidupan yang maksimal

misalkan anda mempunyai tambak sawah sekitar 10x10 m persegi, anda bisa melakukan ujicoba

kalau anda tebar 35 ribu ekor sampai ukuran 46 berapa dengan pakan yang seimbang, berapa ekor yang dihasilkan setelah paneh, misal hasilnya 20 ribu ekor berarti tebar berikutnya harus dikurangi misal tebar 30ribu.
dari tebar 30 ribu itu hasilnya misal 25 ribu ekor,
Pada tebar berikutnya kurangi lagi misal ditebar 28 ribu dan hasil panennya 26 ribu. berarti hasil terakhir adalah hasil terbaik penebaran yaiitu tebar 28 ribu ekor. dengan catatan ujicoba yaitu benih yang digunakan sama.

Sekian dulu ya sobat tani, pembahasan mengenai petani pembesaran akan ada pada postingan saya berikutnya.

Semoga bermanfaat.

Monday, November 20, 2017

Masalah dan tantangan budidaya perikanan air tawar (lele) 1

Assalamu'alaikum sobat tani

Kalau anda adalah pembudidaya ikan air tawar khususnya lele pasti sudah tau banyak tentang si kumis yang licin dan bergizi tinggi ini. yah LELE ikan yang murah meriah dan mudah dibudidayakan

Pada dasarnya setiap usaha pasti ada resiko atau masalah yang dihadapi beserta tantangannya.
yang pertama kita bedakan dahulu para pembudidayanya. yang pertama kita sepakati saja pembudidaya pembenihan; yang kedua pendeder (pemelihara lele dari ukuran paling kecil sampai siap tebar ke pembesaran) yah walopun jumpahnya sedikit tapi tetap kita bedakan yaaah, yang ketiga adalah pak tani pembesaran lele.

itulah tadi jenis-jenis pembudidaya versi saya, lah sekarang kita bahas yang mana dulu ya????
sebelum kita membahas masalah dan tantangan ada baiknya anda tahu alur dari lele belum lahir sampai ke penggorengan dulu

Pertama lele dibenihkan kemudian dibeli oleh pendeder (jumlah pendeder sedikit) sebagian besar langsung oleh petani pembesaran kemudian tengkulak / pasar yang terakhir konsumen

Pembenihan paling tidak (umumnya) selama 1 bulan kemudian beralih ke pendeder (kurang lebih 21 hari) kemudian oleh pembesaran sampai ukuran yang diinginkan (rata-rata isi 12/kg)

karena konsep budidaya ini runtuk maka yang akan saya bahan dari pembenih dahulu tapi kali ini bukan masalah penyakit dulu... yang lain ngantri dulu ya bro..

1. Pembenih

akhir-akhir ini banyak pembenih bertebaran di mana-mana. jika anda adalah seorang petani unggul dan menjiwai sebagai petani ikan maka anda harus benar-benar menggunakan induk yang berkualitas.

masalah utama pembenih adalah ketersediaan Bibit unggul
bibit unggul bisa anda dapatkan dari BPPT ataupun tempat lain, yang lebih utama bersertifikat. adapun jenis-jenis lele itu tergantung selera, bisa masamo, sangkuriang, dumbo dll. pada dasarnya semua ikan lele berkualitas tergantung dari induknya.
Saran saya belilah indukan yang berkualitas karena kualitas tidak akan membohongi hasil
jika memang tidak punya indukan yang bersertifikasi pastikan sudah melalui tahap uji coba sampai beberapa kali, persentase keberhasilan penetasan per induk, sampai persentase tingkat kehidupan benih anda. misal 1 induk bertelur 100ribu, di tingkan pembenih hidup berapa, kemudian di tingkat pendeder hidup berapa, sampai di tingkat pembesaran. jika hasinya sampai berkali2 memuaskan berarti anda berhasil dan bisa menggunakan induk tersebut.

masalah yang kedua adalah pakan: sudah bukan rahasia kalau lele perlu cacing sutra. nah! di beberapa tempat cacing sutra susah didapat yang secara tidak langsung menurunkan kualitas benih (menurut saya)
saran saya tetap menggunakan cacing sutra minimal 1 minggu. kalau memang terpaksa tidak ada ya cacing beku, kutu air, atau buat adonan pelet dan berikan nutrisi tambahan (Bocoran dikit paki susu bubuk bayi)

yang ketiga tentunya adalah alam(cuaca dsb) saran saya untuk hal yang satu ini adalah banyak berdo'a dan banyak-banyak mengingat Yang Kuasa.

tantangan yang ada: dikarenakan banyak pembenih yang abal-abal (menggunakan indukan yang asal-asalan) maka banyak pembudidaya pendeder dan pembesaran yang gulung tikar, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi pembenih untuk kembali memperoleh kepercayaan dari para pembudidaya pembesaran bahwa benih yang anda sediakan memang benar-benar berkualitas.

sekian dulu nantikan episode berikutnya


wassalamu'alaikum

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate