Fila Amank Farm: Masalah dan tantangan budidaya perikanan air tawar (lele) 1 ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Monday, November 20, 2017

Masalah dan tantangan budidaya perikanan air tawar (lele) 1

Assalamu'alaikum sobat tani

Kalau anda adalah pembudidaya ikan air tawar khususnya lele pasti sudah tau banyak tentang si kumis yang licin dan bergizi tinggi ini. yah LELE ikan yang murah meriah dan mudah dibudidayakan

Pada dasarnya setiap usaha pasti ada resiko atau masalah yang dihadapi beserta tantangannya.
yang pertama kita bedakan dahulu para pembudidayanya. yang pertama kita sepakati saja pembudidaya pembenihan; yang kedua pendeder (pemelihara lele dari ukuran paling kecil sampai siap tebar ke pembesaran) yah walopun jumpahnya sedikit tapi tetap kita bedakan yaaah, yang ketiga adalah pak tani pembesaran lele.

itulah tadi jenis-jenis pembudidaya versi saya, lah sekarang kita bahas yang mana dulu ya????
sebelum kita membahas masalah dan tantangan ada baiknya anda tahu alur dari lele belum lahir sampai ke penggorengan dulu

Pertama lele dibenihkan kemudian dibeli oleh pendeder (jumlah pendeder sedikit) sebagian besar langsung oleh petani pembesaran kemudian tengkulak / pasar yang terakhir konsumen

Pembenihan paling tidak (umumnya) selama 1 bulan kemudian beralih ke pendeder (kurang lebih 21 hari) kemudian oleh pembesaran sampai ukuran yang diinginkan (rata-rata isi 12/kg)

karena konsep budidaya ini runtuk maka yang akan saya bahan dari pembenih dahulu tapi kali ini bukan masalah penyakit dulu... yang lain ngantri dulu ya bro..

1. Pembenih

akhir-akhir ini banyak pembenih bertebaran di mana-mana. jika anda adalah seorang petani unggul dan menjiwai sebagai petani ikan maka anda harus benar-benar menggunakan induk yang berkualitas.

masalah utama pembenih adalah ketersediaan Bibit unggul
bibit unggul bisa anda dapatkan dari BPPT ataupun tempat lain, yang lebih utama bersertifikat. adapun jenis-jenis lele itu tergantung selera, bisa masamo, sangkuriang, dumbo dll. pada dasarnya semua ikan lele berkualitas tergantung dari induknya.
Saran saya belilah indukan yang berkualitas karena kualitas tidak akan membohongi hasil
jika memang tidak punya indukan yang bersertifikasi pastikan sudah melalui tahap uji coba sampai beberapa kali, persentase keberhasilan penetasan per induk, sampai persentase tingkat kehidupan benih anda. misal 1 induk bertelur 100ribu, di tingkan pembenih hidup berapa, kemudian di tingkat pendeder hidup berapa, sampai di tingkat pembesaran. jika hasinya sampai berkali2 memuaskan berarti anda berhasil dan bisa menggunakan induk tersebut.

masalah yang kedua adalah pakan: sudah bukan rahasia kalau lele perlu cacing sutra. nah! di beberapa tempat cacing sutra susah didapat yang secara tidak langsung menurunkan kualitas benih (menurut saya)
saran saya tetap menggunakan cacing sutra minimal 1 minggu. kalau memang terpaksa tidak ada ya cacing beku, kutu air, atau buat adonan pelet dan berikan nutrisi tambahan (Bocoran dikit paki susu bubuk bayi)

yang ketiga tentunya adalah alam(cuaca dsb) saran saya untuk hal yang satu ini adalah banyak berdo'a dan banyak-banyak mengingat Yang Kuasa.

tantangan yang ada: dikarenakan banyak pembenih yang abal-abal (menggunakan indukan yang asal-asalan) maka banyak pembudidaya pendeder dan pembesaran yang gulung tikar, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi pembenih untuk kembali memperoleh kepercayaan dari para pembudidaya pembesaran bahwa benih yang anda sediakan memang benar-benar berkualitas.

sekian dulu nantikan episode berikutnya


wassalamu'alaikum

No comments:

Post a Comment

Semoga bermanfaat

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate