Fila Amank Farm: August 2018 ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Thursday, August 23, 2018

Penyebab dan Mencegah ikan lele mati masal - Budidaya Perikanan Lele

Budidaya Ikan Lele memang sangat memerlukan perhatian khusus bila kita ingin sukses dan mendapatkan hasil memuaskan, sekedar bertukar pelangalaman saja dengan teman-teman tani yang memang suka budidaya lele apaun jenisnya, yah walau belum sesukses seperti teman-teman lainnya tapi setidaknya bisa dijadikan pelajaran yang berharga buat teman-teman pembudidaya.

Bukan rahasiah lagi memang ikan lele memiliki daya tahan tubuh cukup baik terhadap kondisi air dan kondisi alam  kurang baik, tetapi rekan-rekan jangan terkecoh dengan sebutan bahwa lele bisa tahan terhadap kondisi air kurang baik, karena buktinya seringkali kita menebar ikan lele yang ukuran kecil tanpa disangka-sangka lele mati semua,

Untuk bibit lele yang masih kecil, sebenarnya sangat rentan terhadap semua jenis perubahan disebabkan oleh faktor lingkungan dan juga penyakit sering menyerang tanpa kita ketahui gejalanya. ini dikarenakan lele budidaya berbeda dengan lele yang berada di alam dengan segala keadaan habitatnya baik predator, banjir, perubahan cuaca dan tentunya air sebagai tempat hidup mereka. Sedangkan lele budidaya selalu dalam pengawasan baik dari segi air, makanan, apalagi predator yang sudah pasti tidak ada kecuali temennya sendiri hehehehe.

Untuk  menekan angka kematian yang disebabkan oleh faktor diatas rekan-rekan dianjurkan memilih benih ikan lele  benar-benar berkualitas dan sangat sehat (untuk ciri-ciri anak ikan lele yang berkualitas dan sehat rekan-rekan bisa baca dalam postingan selanjutnya) baca juga Rahasia kekeberhasilan budidaya lele agar panen melimpah

Biasanya kasus yang sering terjadi banyaknya benih ikan mati terlebih karena kecerebohan kita pada tahap cara pemindahan dari satu kolam ke kolam lainnya, kita sering tidak mempehatikan tingkat setres dari benih ikan saat dipindahkan, dan kita juga sering sekali memindahkan benih terlalu tergesa-gesa tanpa memulihkan terlebih dahulu kondisi fisik dari ikan yng kita tebar. alhasil ikan menurun kondisi vitalitasnya dan ini sangat rentan terserang penyakit.
Selain itu, pemeliharaan terutama kondisi air sangat berpengaruh. air yang tidak sehat bias memicu kematian masal lele
dibawah ini saya akan mencoba menguraikan beberapa faktor cukup sangat penting untuk dilakukan dan dihindari, supaya tidak terjadi kematian ikan lele secara masal diantaranya: 

1. Pemilihan system budidaya
Ya, sistem budidaya merupakan hal penting untuk mencapai keberhasilan budidaya lele disamping kendala yang lain, saya mempunyai Pengalaman budidaya lele sistem Red Water Sistem (RWS)

2. Penanganan yang tepat
Banyak jalan menuju roma, namun anda harus mencari jalan yang terbaik dan tercepat untuk menuju ke sana hehehehe, sama seperti lele, missal lele terkena penyakit maka anda harus cepat mencari alternatif penanganan pra dan pasca pengobatan.

3. Perhatikan Pengiriman ikan yang tepat
Usahakan ketika anda membeli benih lele, tau asal usulnya. Misal di sana baru dipanen dan belum dilakukan pemulihan saya yakin tingkat kematian akan tinggi.
Perkirakan juga jumlah dalam satu wadah untuk berapa lama jangka waktu pengiriman

4. Hal yang juga tidak kalah penting adalah perawatan dan pemeliharaan ikan lele
Kematian masal tidak akan terjadi jika dilakukan pemeliharaan yang tepat
Management pakan lele Red Water Sistem
Cara Bibis Pakan

Selamat mencoba dan sukses selalu

Tuesday, August 14, 2018

Tips pengadukan obat cabai


Cara menanam cabai yang baik dan benar - tips mencampur obat perekat pada cabai



Selamat datang di fila amank farm/ filafarm.blogspot.com tempat Berbagi ilmu dan pengalaman budidaya perikanan, peternakan dan pertanian mulai dari pembenihan, pengolahan, perawatan, pemeliharaan, dan panenBerbagi ilmu dan pengalaman budidaya perikanan, peternakan dan pertanian mulai dari pembenihan, pengolahan, perawatan, pemeliharaan, dan panen.Berbagi ilmu dan pengalaman budidaya perikanan, peternakan dan pertanian mulai dari pembenihan, pengolahan, perawatan, pemeliharaan, dan panen

Kali ini fila amank farm akan membahas dan mengupas tuntas budidaya pertanian khususnya menanam cabai, cabai merah cabai rawit, apa aja lah pokoknya cabai yang puedes hehehe.



Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya gaes.



Langkah pertama yaitu pemilihan benih cabai unggul, yah biar mudah ya beli saja yang sudah jadi tinggal pilih mau cabai apa. Tapi kalua mau mencoba membuat sendiri ya silahkan saja fila amank farm coba bantu untuk membuat benih yang manteb.


Caranya begini sob:

1.   Pokok cabai dipetik dari pohon yang besar, tidak terjangkit penyakit, berbuah banyak, pastinya sehat dan tidak cacat dong…

2.   Petik cabai yang benar-benar tua, sehat, dan besar, intinya sama sama point 1 tapi kalau yang ini cabainya ya sob

3.   Potong ujung dan pangkal cabai, ambil bagian tengahnya saja

4.   Keringkan.

5.   Mudah bener…hehehe

6.   Setelah kering, ketika akan menyemai siapkan gelas atau ember isikan air hangat suam-suam kuku dan berikan sedikit garam, cemplungkan biji yang sudah kering tadi dan diamkan beberapa saat. Akan terlihat biji yang tenggelam dan yang mengapung. Buang yang mengapung.

Ingat ya sob, mau biji kemasan jadi ataupun buatan sendiri point nomor 6 ini tetap harus dilakukan

7.   Nah sekarang anda sudah mendapatkan bibit unggul sendiri.



Jangan menyepelekan proses awan jika menginginkan hasil panen yang berkah melimpah karena menurut saya proses awal berpengaruh 50% dari tingkat keberhasilan.



Langkah selanjutnya yaitu menyemai bibit cabai



Haduh…kok kagak langsung ditebar di sawah lading hutan lautan saja ya hhehe, yups alasannya yaitu

1.  Menyeleksi bibit yang baik

2.  Memastikan bibit cukup kuat untuk ditanam di sawah/ladang

3.  Agar tumbuh seragam di sawah

4.  Memaksimalkan lahan yang ada

5.  Mengurangi resiko penggantian bibit yang mati atau tidak tumbuh

Lalu bagaimana cara menyemainya? Setiap akan menyemai, harus direndam air hangat dulu beberapa saat sekaligus menyeleksi benih cabai

a.  Siapkan kertas koran/tisu, lalu basahi dengan air

b.  Tebarkan biji cabai di atas kertas yang sudah dibasahi tadi

c.   Masukkan dalam wadah dan tutup rapat

d.  Tunggu sampai berkecambah

e.  Setelah tumbuh bisa dipindahkan ke media tanam semai, yaitu wadah plastic kecil. Tunggu sampai beberapa minggu hingga siap tanam di lahan

Atau dengan cara,

1.  Siapkan media semai (plastic kecil berisi tanah dan kompos)

2.  Rendam biji cabai dengan air hangat beberapa saat, buang biji/benih yang mengapung

3.  Letakkan biji di media tanam semai tersebut dan tutup dengan tanah tipis-tipis

4.  Tunggu beberapa hari, biasanya maksimal 1 minggu sudah tumbuh semua

5.  Siap tanam setelah mempunyai 5-6 helai daun



Langkah selanjutnya adalah persiapan lahan

Lahan dipersiapkan 2 minggu sebelum cabai siap tanam. Caranya adalah sebagai berikut,

1.   Aduk tanah menggunakan traktor agar tanah terbalik dengan tujuan mengeluarkan zat-zat yang merugikan

2.   Berikan pupuk kompos, atau apa saja secara merata

Jika pupuk tidak dicampurkan dengan tanah, bisa juga memberikan pupuk di bagian dasar gundukan tanah

3.   Buat gundukan tanah kira-kira tinggi 50 cm lebar 1 meter, panjang suka-suka anda sesuai lahan yang ada

4.   Tutup dengan plastic gundukan tersebut

5.   Lubangi plastic 2 hari sebelum tanam dengan system zig zag di usahakan antar lubang berjarak minimal 80 cm

6.   Siap tanam



Untuk perawatan, tergantung kondisi dan gunakan felling anda sebagai petani. Intinya jika pertumbuhan kurang berikan pupuk, jika ada gejala penyakit segera berikan tindakan.

Jangan terlalu banyak air, cukup basah saja karena jika terlalu lembek akan terjangkit penyakit busuk akar/batang/daun.

Penyakit strip juga bisa dikatakan sahabat cabai, lihat secara seksama apabila ada tanda-tanda daun keriting segera berikan tindakan. Apabila terlihat daun menguning tidak normal, segera lihat, mungkin itu tanda busuk akar, batang atau daun, biasanya itu kalua tanah terlalu lembek/basah



Intinya obat untuk cabai begini sob, berikan perekat paling akhir jangan di awal heheh OPS keceplosan.

Ndak apalah buat sobat tani semua, ingat perekat di akhir jangan di awal



Demikian pembahasan Budidaya pertanian - menanam cabai yang baik dan benar - tips mencampur obat perekat pada cabai

Thursday, August 9, 2018

Budidaya ikan lele, seni atau bisniskah?


Budidaya pembenihan, pembesaran ikan lele seni atau bisnis.



Budidaya pembenihan ataupun pembesaran ikan lele sebenarnya bisnis atau seni?



Banyak orang yang memulai usaha budidaya lele dari nol sampai sukses, banyak pula yang gulung tikar.

Jika budidaya ikan lele dianggap sebagai bisnis, pastinya hanya keuntungannya saja yang dipertimbangakan, mungkin mengabaikan dari segi bagaimana bibitnya, bagaimana ongkos tenaga kerjanya, bagaimana pakannya, dan yang lainnya. Ya! Karena yang dihitung hanya keuntungannya saja, tebar sekian yang minimal sudah dapat sekian rupiah.



Tapi tidak semudah yang dibayangkan, banyak yang ditinggalkan pekerja ahlinya karena ingin mandiri dan membudidayakan sendiri, dari segi pasar juga sama, jika kurang komunikasi lambat laun juga akan ditinggalkan para pembeli karena pasar ikan lele itu luwes, hanya orang yang mempunyai koneksi dan komunikasi yang luas yang akan terus tumbuh dan berkembang.



Budaidaya ikan lele bisa dimulai oleh siapa saja dari yang bermodal kecil sampai ratusan  juta rupiah, anggapan bahwa bisnis lele itu mudah hanya tinggal ngasih pakan, tunggu besar dan selesai tinggal meraup rupiah. Ya kalua dianggap mudah ya memang mudah, tapi kalua dianggap sulit ya memang sulit.

Kalua mudah kenapa tidak banyak yang membudidayakan ikan lele? Lagi-lagi keuntungan menjadi patokan seseorang.  Kalua saya modal sekian dalam sekali panen dapat sekian dan harus menunggu sampai berapa bulan modal kembali… heheheh

Lalu kalua dianggap sulit, kenapa masih banyak yang mencoba bahkan menekuni usaha ini? Ya karena mereka mengganggap budidaya ikan lele masih banyak peluang karena jarang peminatnya yang menjadi sebuah kesempatan usaha yang bagus.

Lho tapi kenapa banyak juga yang gagal?

Lagi-lagi keuntungan menjadi patokan para bisnismen spekulan yang hanya melihat dari segi kesempatan saja namun tidak diimbangi dengan ilmu dan seni berbudidaya. hehehe

Anggapan ini salah karena system budidaya ikan lele tidak bisa dihitung dengan kalkulator semisal 1 di tambah 1 pasti hasilnya 2.

Lele adalah makhluk hidup dan ia hidup di air, pastinya tidak dapat dipastikan berapa jumlahnya di dalam air, seberapa cepat ia berkembang dan berapa lama ia bisa dipanen.

Kelihatannya ketika diberikan pakan masih banyak dan besar-besar, namun ketika dipanen hasilnya tidak sebanyak yang kita bayangkan.

Budidaya lele itu penuh dengan jiwa seni, dan kasih saying layaknya seorang ibu kepada anaknya. Harus seperti itu dan memang harus seperti itu untuk mengetahui bagaimana si anak sakit, sudah kenyang apa belum, tumbuh kembangnya normal apa tidak, tempat hidupnya normal tidak, gizinya cukup apa tidak dan seterusnya.

Seni budidaya lele itu memakai filing, teori saja tidak cukup. Misalkan kita bergerak pada budidaya pembesaran lele. Pada awalnya pasti akan memilih bibit yang berkualitas, teorinya gampang pilih yang seukuran, pilih yang sama rata, pilih yang lincah. Tapi kalua sudah melihat aslinya itu bisa berbeda, hanya yang berjiwa seni tinggi yang bisa menemukan sesuai dengan teori di atas.

Kalau saya yang melihat mungkin sekilas sama saja, namun jika yang melihat mempunyai teori dan filling yang kuat pasti akan terlihat berbeda dengan apa yang saya lihat.



Berarti hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membudidayakan ikan lele? Tidak juga karena banyak yang memulai dari nol dan tidak tahu apa-apa dan akhirnya juga berhasil.

Kuncinya hanya tidak bosan, saling berbagi ilmu, menganggap masalah sebagai tantangan dan pantang mundur.

Banyak bersilaturahmi ke petani-petani lele yang lain, yang berbeda konsep budidayanya, yang berbeda tehniknya yang berbeda sistemnya, yang berbeda daerahnya akan mengasah filling seni pembudidaya. Dari situlah pengalaman yang sebenarnya dan dari situlah ilmu yang sebenarnya. Teori hanya sebagai dasar dan pembanding saja. Selebihnya adalah murni usaha kita, tanpa mengecualikan campur tangan Tuhan yang pasti.



Perlu diingat, semua jenis usaha yang ada di dunia jika digarisbesarkan cuma ada dua yaitu jasa dan dagang. Yups jasa menawarkan berbagai jenis tenaga/pikiran sedangkan dagang berhubungan dengan transaksi jual beli.

Kenapa begitu? Ya. Missal anda membudidayakan lele ujung-ujungnya ya dagang juga, dijual ke petani pembesaran atau pendeder lha yang kerja menyediakan jasa tenaganya.



Kesimpulannya:

Kegagalan usaha pembudidaya menurut saya dikarenakan

1.       Ekspetasi tinggi terhadap keuntungan budidaya yang tidak sebanding dengan hasil yang diharapkan

2.       Kurang memahami seni budidaya

3.       Berfikir praktis tentang konsep usaha budidaya

4.       Menyerah sebelum menang

5.       Persaingan usaha
6.    Bencana



Lho kenapa tidak ada bibit lele jelek, penyakit dsb sebagai penyebab kegagalan? itu semua bagian dari seni budidaya, bagaimana anda memilah dan memilih, menjaga, mencegah serta mengatasi masalah. lambat laun pembudidaya akan terasah dan akan menjadikan anda sebagai pembudidaya yang hebat.



Jadi sebagai pembudidaya harus menguasai seni berbudidaya, karena ikan lele itu manja, perlu kasih sayang hehehehe

sekian ulasan dari saya, maaf apabila ada yang salah. maklum pemula hehehe




Wednesday, August 8, 2018

Pengalaman budidaya lele sistem Red Water Sistem (RWS) Pasrt 2

masih ingat dengan artikel saya Pengalaman budidaya lele sistem Red Water Sistem (RWS) ? RWS merupakan bagian dari system Natural Water system dimana awal mula dari system ini air akan berwarna hijau (Gren Water Sistem/GWS) kemudian berubah menjadi Brown Water system (BWS) lebih dikenal dengan system bioflok lalu berubah ke tahap yang paling aman yaitu (Red Water Sistem).

Para pembudidaya lele tenttunya memiliki pemikiran yang berbeda ada yang menganggap ikan lebih sehat di tingkat Gren water system dan mempertahankannya sampai panen, adapula yang lebih suka dengan system brown water system dimana air berwarna coklat dan dianggap lebih baik karena tersedia flok sebagai pakan alami sehingga pertumbuhan lele lebih cepat. dan banyak pula yang mengganggap air merah / Red Water Sistem paling sempurna.

Ya! itu adalah pilihan para pembudidaya dan tidak ada yang salah dengan semua itu.
Namun apa sis perbedaan system Natural water system dan Red Water system? Sebenarnya tidak ada perbedaannya, hanya saja Red water system dipersiapkan secara instan agar air langsung berubah menjadi merah secara instan caranya

Red Water System (RWS) Instan

  1. 30gr/m3 dedak halus+1butir ragi tape/m3+5gr/m3 ragi tempe +air secukupnya, tutup rapat selama 3 hari
  2. Isi air 50cm dan + kan bahan di atas 
  3. Masukkan mill/dolomit 100-150gr/m3
  4. Masukkan bakteri lacto 10ml/m3
  5. Molase 50gr/m3
  6. Aerasi jalankan selama 3 hari
  7. Tinggikan air sampai 100cm 
  8. Tunggu 7 hari baru tebar

 Jika Sudah ada Air Merah:
  1. Isi 50cm
  2. Aplikasi semua seperti di atas 
  3. Hidupkan aerasi 24 jam
  4. Hari ke 5 air naikkan di 70cm
  5. Hari ke 7 naikkan ke 100cm
  6. Hari ke 10 siap tebar 
Untuk system ini memang saya belum pernah mencoba namun sudah pernah melihat teman melakukannya dengan menambhakan kuning telur dan air merah yang sudah jadi.
sedangkan system NWS merupakan system yang nantinya juga akan menjadi system RWS namun prosesnya tidak instan dan menurut saya ini adalah system yang paling pas karena ikan dapat beradaptasi dengan sendirinya sesuai habitatnya.
Misal, kebanyakan benih lele berada di tingkat GWS, maka pada awal tebar tetap berada di gren water system, jadi tidak langsung ke RWS dimana ikan tersebut belum pernah berada di habitat yang seperti itu.


Pengalaman saya menggunakan sistem RWS versi saya atau yang biasa dikenal orang system Natural Water system (NWS)

Pembuatan fermentasi mandiri
1. Bahan yang diperlukan
a. Gedepok pisang 1kg (yang sudah busuk, ambil pangkalnya)
b. air leri/cucian beras 5 liter
c. air kelapa 5 liter
d. 1 buah nanas
e. pisang 1
f. jeroan ikan nila
g. terasi 1/4
h. gula merah 1/4
i. bekatul 1 ons
j. ragi tape 3 butir
k. ragi tempe 1 sdm
l. em4 2 tutup botol

bahan2 di atas untuk difermentasi yang kemudian diaplikasikan ke kolam maupun pakan

cara membuat.

gula merah, jeroan ikan, terasi, bekatul, gedebok, nanas, pisang diparut, ambil airnya saja dan saring
setelah semuanya cair, campurkan semua bahan dan tambahkan air matang sampai 20 liter, kemudian tambahkan ragi tape dan tempe yang sudah dicairkan. masukkan ke dalam wadah (yang dapat di tutup rapat) tunggu minimal 7 hari. setelah 7 hari buka tutupnya, apabila berbau kecut/tape itu tandanya fermentasi berhasi. apabila bau busuk berarti gagal.

2.Persiapan media
pengalaman saya, untuk kolam ukuran 1x2x1

beri air setinggi 30 cm, kemudian masukkan fermentasi tersebut sebanyak 150 ml/meter. tambahkan gula merah cair 2 ons. tunggu hingga minimal 3 hari. hari keempat tambahkan air hingga 1 m,  dan tambahkan fermentasi tadi separoh dari takaran awal. tunggu hingga 7 hari.

2. tebar benih
pada hari ketujuh sore harinya siap masukkan benih ikan.

3. pemberian pakan
jangan kasih makan pada hari pertama, hari kedua berikan pakan sedikit saja. hari ketiga pemberian pakan normal yaitu 5% dari total bobot ikan.
Apabila ingin menggenjot pertumbuhan berikan 9% sampai turun ke 4 % sampai ikan berumur 2 minggu

pemberian pakan mengikuti perkembangan lele, yang perlu diingat, hentikan pemberian pakan sebelum kenyang.

yang harus diingat! bibis pakan terlebih dahulu dengan fermentasi tersebut. 1 tutup botol mineral /lebih untuk 1 kg dan bisa ditambahkan sedikit air, lebih, dan jangan sampai menggumpal

4. perlakuan rutin
seminggu(situasional) sekali berikan fermentasi 100 ml/m

5. penanganan/pencegahan masalah.
yah! ikan itu hidup dan tidak ada yang tau kapan sakit, yang perlu dilakukan agar tidak sakit.

saat cuaca tidak menentu, setelah hujan lebat, pergantian air (pergantian air cukup 20% saja tiap 2 minggu) berikan fermantasi dan kapur mill/dolomit 150  gr/m

apabila ikan terlihat tidak lincah, berikan fermentasi dan  dolomit dan puasakan 1 hari.


awal dari sistem ini, air berwarna hijau, kemudian mengarah coklat, dan menjadi merah. pada saat air berwarna coklat, kurangi pakan. karena spada saati inilah kecermatan anda diuji dan kemungkinan terkena masalah lebih besar.

satu lagi yang perlu dipertimbangkan adalah sistem, apabila anda berada di perkampungan padat penduduk, lahan sempit sistem RWS ini sangat cocok karena tidak menimbulkan bau seperti pada budidaya lele konvensional.
Tingkat kepadatan juga harus diperhatikan, apabila anda mempunyai lahan luas, gunakan sistem RWS dengan padat rendah saja, karena waktu panen juga akan lebih singkat

ini adalah hasil kolam saya dengan RWS

Selamat mencoba, semoga berkah

Tuesday, August 7, 2018

Belajar budidaya perikanan - pembenihan ikan nila bagi pemula


Cara Mudah Budidaya Pembenihan ikan nila



Ikan Nila adalah salah satu jenis ikan yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan mudah untuk dibudidayakan. Salah satu jenis ikan yang mirip dengan ikan nila adalah ikan mujair. Perbedaan kedua jenis ikan ini terletak pada warna tubuh, ikan nila pada tubuhnya terlihat garis kehitaman sedangkan ikan mujair tidak terlihat garis itu.

Ikan nila adalah jenis ikan yang mudah dibudidayakan, berikut adalah cara sederhana budidaya pembenihan ikan nila.



1.       Pemilihan lokasi dan pembuatan kolam

Pemilihan lokasi merupakan hal penting dalam budidaya pembenihan ikan nila, diantaranya:

a.       Lokasi budidaya pembenihan ikan nila sebaiknya dekat dengan sumber air yang mengalir/mempunyai sirkulasi;

b.       Tersedia air sepanjang tahun/tidak berada pada daerah yang sulit air;

c.       Lokasi budidaya pembenihan ikan nila tidak berada di wilayah banjir;

d.       Hindari  limbah kegiatan masyarakat/pabrik di sekitar sumber air yang digunakan untuk budidaya pembenihan ikan nila;

e.       Lokasi pembenihan ikan nila hendaknya tidak rembes;

f.        Usahakan lokasi pembenihan ikan nila bedara diantara sumber air dan pembuangan  air kolam.

Contoh


2.       Pembuatan kolam pembenihan ikan nila

Pematang kolam





 Dasar kolam

Bentuk dasar kolam pembenihan ikan nila adalah miring dari saluran masuk ke pembuangan air. Pada saluran pembuangan air diberi kamalir yang merupakan saluran pada dasar kolam. Kamalir berfungsi untuk mempercepat pengeringan kolam, tempat berkumpulnya ikan pada saat pemanenan dan tempat bersembunyi ikan pada saat keadaan bahaya. Kamalir dibuat mulai dari pipa pemasukan sampai pipa pengeluaran (pengurasan) bias juga dibuat  kotak mengikuti bentuk kolam kira-kira berjarak 1,5 meter dari pematang dasar kolam (tembok dasar kolam).

Kamalir dibuat selebar 50c, dan kedalaman 30 cm.

Selain kamalir buat juga kubangan dekat pipa pembuangan air, kubangan ini untuk memudahkan penangkapan ikan pada saat pemanenan.



3.       Pemilihan induk untuk budidaya pembenihan ikan nila

Calon induk bias diperoleh dengan cara menyeleksi sejumlah induk-induk nila yang ada. Penyeleksian calon indukan dilakukan berulang-ulang. Seleksi calon induk dilakukan dengan memili induk yang terbaik dari calon induk pertama. Induk yang dipilih memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dan memiliki tubuh lebih besar daripada induk-induk nila yang lain.



Calon induk ikan nila dapat dipjahkan setelah berumur 6 bulan. Pada saat umur tersebut, induk ikan nila memiliki berat sampai 500gram dan pejantan 500-800 gram.

Setelah dipijahkan indukan ikan nila siap dipijahkan kembali setelah 2-6 minggu. Masa produktif ikan nila adalah 1,5 sampai 2 tahun.

Berikut adalah ciri-ciri indukan yang baik

a.       Calon indukan Ikan Nila tidak cacat, baik sirip maupun bagian lainnya;

b.       Tubuh relative besar dibandingkan dengan umur pada umumnya;

c.        Sisik tersusun rapi;

d.       Gerakan lincah.

Ciri indukan betina: tubuh lebih kecil dan mempunyai tonjolan membulat dan memiliki dua lubang, sedangkan induk jantan: tubuh lebih besar, memiliki tonjolan yang meruncing dan hanya mempunyai satu lubang, apabila perut diurut ke belakang akan mengeluarkan cairan sperma berwarna putih,  terjadi perubahan warna di badan menjadi kehitaman dan sisi/tepi sirip ekor berwarna kemerahan.

4.       Persiapan kolam pemijahan budidaya ikan nila

a.       Persiapan kolam pemijahan secara tradisional

1)      Keringkan kolam selama 3-5 hari

2)      Perbaiki kebocoran

3)      Buatlah kamalir sesuai yang dijelaskan di atas

4)      Buatlah kubangan dipintu pengeluaran air sesuai yang sudah dijelaskan di atas

5)      Balik dasar kolam

6)      Ratakan dasar kolam

7)      Tebar kapur dolomit 25-100 gram/m atau sesuai kondisi PH daerah masing-masing

8)      Alirkan air ke kolam sampai kedalaman 75 cm dan biarkan selama 7 hari, bias juga tambahakan probiotik

9)      Hari ketujuh, indukan siap dilepaskan

b.       Persiapan kolam pemijaham semi intensif

Cara ini sama persis seperti cara tradisional hanya saja diberikan sekat pemisah dari bambu.

5.       Pemijahan

a.       Pemijahan tradisional

Pasang saringan pada saluran pembuangan

Perbandingan pembenihan ikan nila yaitu 1:1.

Berikan pakan dedak halus 3% dari berat badan setiap hari

Jaga sirkulasi air

Dua minggu setelah tebar indukan, akan terlihat larva ikan yang berenang secara bergerombol

Tangkaplah larva tersebut menggunakan seser halus lalu pindah dalam hava atau letakkan pada kolam penampungan.

Penangkapan ikan dilakukan setiap hari secara teratur. Setelah 4 minggu induk ditebar, surutkan air kolam. Lakukan sedikit demi sedikit agar benih-benih ikan yang tersisa tidak mati atau tidak tertinggal di dasar kolam. Lakukan pada pagi hari/setelah subuh atau sore hari.

Setelah air kolam surut, benih akan berada di kamalir selanjutnya tangkap benih tersebut menggunakan seser.  Pada saat air sudah rata dengan kamalir aliri air dengan aliran kecil. Hal ini dimaksudkan agar air yang keruh karena pengurasan akan terganti dengan air baru sehingga air tetap segar yang menjaga ikan tetap sehat.

b.       Pemijahan semi intensif

1)      Cara pertama

Pembenihan dengan cara ini ialah induk jantan dan betina ditematkan menjadi satu. Pemijahan induk dengan cara ini terjadi dalam sekatan yang tebuat dari bambu. Perbandingan luas kolam pemijahan dan kolam pendederan adalah 1:4

Tempatkan indukan pada saluran pengeluaran, agar larva keluar dan mencari aliran air karena ikan nila menyukai air mengalir.

Sekat dimaksudkan agar indukan tidak bisa masuk ke kolam pendederan, sedangkan larva ikan bisa bebas keluar ke kolam pendederan. Cara lebih efektif dan tidak banyak menyita tenaga dan hasil yang diperolehpun pebih maksimal.

Perbandingan indukan dengan cara ini yaitu 1:2, jika ikan yang dilepas 30 ekor berarti 10 ekor jantan dan 20 ekor betina dengan kepadatan 2 ekor/m2.

Selebihnya sama dengan cara tradisional yaitu mengenai penangkapan larva, dan pengeringan kolam. Hanya saja dengan cara ini bisa diambil indukannya saja dengan menggunakan jaring dasar. Caranya rentangkan jaring dari pinggir sampai pinggir, pastikan tidak ada lubang

2)      Cara kedua

Cara kedua dilakukan dengan memisahkan jantan dan betina juga dengan kolam pendederan. Dengan perbandingan 1:1:5. Jika kolam dibuat 35 m2 maka kolam jantan 5 meter, betina 5 meter dan kolam deder 25 meter.

Buat sekat bambu yang dengan jarak disesuaikan agar ikan jantan tidak bisa masuk ke kolam betina dan betina bisa masuk ke kolam jantan.

Kolam jantan dibuat paling pinggir di tempat pengeluaran air, betina di tengah dan pendederan berada di pengisian air. Selebihnya sama dengan cara semi intensif yang pertama.



6.       Pendederan larva ikan nila

1.       Persiapan kolam

Siapkan kolam pendederan jika pendederan dilakukan di kolam yang berbeda dari kolam indukan. lihat juga http://filafarm.blogspot.com/2018/08/pemupukan-kolam-tanah-pendederan-lele.html Pemupukan Kolam Tanah



Jika pendederan langsung berada dikolam indukan caranya hanya mengurangi kedalaman kolam hingga tersisa 30 cm saja setelah mengambil indukan.



Persiapan kolam

Setelah dikeringkan, tebar kapur dolomit dan pupuk kandang sebanyak 300-500 gram/m2. Tebarkan pupuk kandang secara merata. Pemupukan ditujukan untuk menumbuhkan pakan alami sebagai makanan benih ikan nila

Alirkan air hingga ketinggian 20-30 cm.

Diamkan sampai hari ke 6

Tebar larva nila pada hari ke 7 pada sore hari



2.       Penebaran larva ikan nila

Tebar larva ikan nila pada sore hari dengan letakkan larva pada ember. diamkan sampai 30 menit di kolam pendederan, setelah kurang lebih 30 menit miringkan ember agar terisi air dan biarkan larva ikan nila keluar dengan sendirinya.
cara melepas larva ikan nila sama seperti ikan lele Pemeliharaan Larva

Demikain Cara mudah budidaya pembenihan ikan nila bagi pemula, semoga menambah manfaat


Saturday, August 4, 2018

Budidaya pertanian - Menanam pepaya kalifornia

Pepaya merupakan tanaman buah yang kaya akan manfaat mulai dari daun sampai akarnya.
Buah yang sudah matang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar atau manisan, yang muda bias digunakan sebagai sayur. begitupula dengan daun yang muda,

Daunnya dapat digunakan untuk pakan ternak. untuk obat bias juga digunakan batang, akar, daun dan getahnya yang banyak mengandung papain sangat bermanfaat untuk kesehatan,

Tanaman ini bias tumbuh dimana saja mulai dataran rendah sampai tinggi, namun jika tumbuh di daerah yang terlalu banyak air/becek, tanaman ini lama kelamaan akan mati.

1. Pembibitan papaya

Pembibitan bias dilakukan secara generative/menggunakan bijinya. Cara ini paling mudah hanya memanfaatkan biji buah papaya yang berkualitas yang sudah masak dan berasal dari pohon yang berusia lebih dari 2 tahun.
Dan yang paling baik yaitu membeli biji yang sudah jadi.
Ingat ya kawan, biji yang di ambil adalah yang berada di tengah (potong pangkal dan ujungnya).
kemudian keringkan.

2. Penyemaian

Siapkan media semai yang terdiri dari tanah, pasir dan pupuk kandang dan masukkan ke media semai berupa polybag atau juga bias membeli media semai yang sudah jadi.
Untuk mempercepat tumbuhnya benih, rendah diair hanya kurang lebih 30 menit, buang biji yang ringan/benih yang langsung mengapung.

Setelah benih tumbuh lakukan perawatan dengan penyiraman, cukup basah saja jangan sampai kelebihan air karena bibit akan mati.

Setelah tingginya mencapai 10cm / mempunyai 8 helai daun, bibit siap di tanam di kebu,
Untuk menanam bibit dikebun, pilih bibit yang normal dan tidak terkena penyakit.

3. Persiapan tanam

Tahap ini bias dilakukan 2 minggu sebelum tanam dengan maksud agar lubang terkena sinar matahari dan membunuh bibit penyakit yang ada dalam tanah. Langkah awal dengan memberihkan kebuh dari semak/rumput. kemudian buat gundukan memanjang dengan tinggi kira-kiran 40-60 cm dengan mencampurkan pupuk kandang, UREA, KCL dan TSP.
cara pemupukan ada 2 yaitu dengan cara mencampur dengan tanah (jika gundukan ditutup plastic), atau memberikan pupuk di dasar lubang tanam jika tanah gundukan tidak ditutup plastic. Penutupan plasti dimaksudkan agar tidak ditumbuhi rumput yang akan mengganggu pertumbuhan bibit.

langkah selanjutnya membuat lubang tanam kira-kira diameter 60cm dan dalam 60 cm. dengan jarak 2x2 meter tiap lubang. pembuatan lubang dilakukan apabila kebun yang akan di tanam tidak dibuat gundukan. Gundukan juga berfungsi agar tanaman tidak tergenang air apabila terkena hujan lebat sehingga tanaman lebih aman.
Untuk yang membuat gundukan dan ditutup plastic, anda cuma melubangi plastic kira-kira diameter 20 cm dan lubang tanam secukupnya saja.

4. Penanaman

Keluarkan bibit dari polybag kemudian urug bagian dasar lubang kemudian tanam bibit dan penuhi lubang dengan tanah lagi sembari memberikan ajir.

Ajir sendiri bermanfaat untuk
  • Penopang tanaman supaya tidak mudah rebah/roboh. Pada tanaman yang masih dalam tahap pertumbuhan, pemberian tiang ajir sangat penting agar melatih tanaman tetap kokoh dan berada pada posisi yang ditentukan.
  • Penopang tanaman agar tidak mudah rusak atau terkoyak akibat curah hujan tinggi, tiupan angin, atau karena adanya pengaruh senggolan dengan serangga, dan atau akibat dari aktivitas fisik lainnya.
  • Agar tanaman tumbuh lurus ke arah langit/sejajar tumbuh ke arah atas, mencegah tanaman tidak tumbuh bengkok ke arah samping kanan, atau samping kiri;
  • Memperbaiki fungsi tumbuhnya tanaman agar tetap maksimal;
  • Agar penyampaian nutrisi tanaman dari akar ke atas organ tumbuh tanaman semakin optimal;
  • Mempercepat proses fotosintesis pada tanaman, karena tanaman menghadap tepat di atas cahaya matahari.
Waktu penanaman yang baik menjelang musim hujan agar saat pertumbuhan awal berada pada musim hujan. dengan demikian tanaman akan berbuah pada musim hujan.

5. Pemeliharaan

  • Penyiangan dari rumput, apabila tanah gundukan diberi plastic anda akan lebih ringan karena rumput hanya berada diantara gundukan saja.
  • Penyulaman, dimaksudkan untuk mengganti apabila ada bibit yang mati
  • pemupukan, lakukan rutin setiap bulan sampai pohon pepaya sudah tidak produktif berbuah
6. Panen

Jika sudah berbuah, pada musim hujan bisa dipanen seminggu sekali untuk lahan 1Ha.

7. Pengendalian hama

a. Tungau dan hama merah
Apabila pada musim kemarau daun muda menjadi keriting dan bunganya ronotk, amati di balik daun mungkin terdapat serangga kecil berwarna kuning atau kemerah-merahan. jika ada kenungkinan tanaman terserang hama kutu daun atau tungau. Tungau hidup di balik daun dan bunga apabila dibiarkan hasilnya akan menurun bahkan tidak berbuah sama sekali.
Cara memberantas hama ini dengan menyemprotkan insektisida missal curacron thiodan atau yang alami menggunakan biji pohon jambe yang bisa membasmi ulat juga

b. Codot/burung
Untuk menghindari buah dimakan codot, lakukan pemanenan ketika buah belum matang ditandai dengan ada sedikit warna kuning. Pepaya jenis kalifornia memang tahan lama dari petik sampai matang bisa sampai 2 minggu.

Penyakit Pohon pepaya

1. Semai rebah *dumping off)

penyakit ini biasanya menyerang saat tanaman masih muda, biasanya ditandai dengan pangkal batang yang membusuk. Cara pecegahannya agar tidak menjangkit ke tanaman yang lain apabila terdapat tanaman yang terdapat tanda di atas segera dicabut dan dibuang dan semprot dengan fungisida missal M45, manzate, antrocol dll.

2. Layu

Penyakit ini menyerang akar tanaman terutama yang tanahnya basah/becek, jadi usahakan agar tanah tidak terlalu basah/becek.
Usahakan tanaman tidak kekurangan kallium (K) untuk meningkatkan daya tahan tanaman.
Kocor tanaman dengan trichoderma. Lakukan setiap 7 hari sekali (dosis lihat pada kemasan produk yang digunakan). Trichoderma berfungsi untuk menekan pertumbuhan cendawan Phytophthora didalam tanah.

Selain buah zat papain pada pepaya juga dapat dimanfaatkan.
Sadap getah buah pepaya yang berusia 3 bulan dan gunakan wadah yang bebas logam karena akan mempengaruhi mutu papain yang akan dihasilkan.

Sadap getah pada pagi hari, dan hasil sadapan harus segera dicampur dengan air dengan perbandingan 1:4, kocok hingga benar-benar tercampur rata dab biarkan kira-kira 15 menit setalah itu saring larutan dengan kertas saring. Hasilnya dicampur dengan alcohol 80% sebanyak 5 kali dan tunggu beberapa jam agar terbentuk endapan. endapan tersebut dikeringkan dengan suhu 60 drajat (diangin-angikan) sampai kering. hasil pengeringan itu yang bisa dipasarkan.

Sekian dan terimakasih sudah berkunjung, semoga menambah manfaat

Friday, August 3, 2018

Cara pemupukan Kolam Tanah budidaya perikanan - Pendederan ikan Lele Sistem RWS (Red Water Sistem)

Pemupukan Kolam Tanah Pendederan Lele
Panduan Kolam ukuran 10x10 m


Pendederan yaitu pembesaran ditingkat awal yang biasa dilakukan pada saat lele berusia 2-4 minggu
antara ukuran 1-2 cm dan 3-12 cm

Pendederan Usia 1-2 cm

Pada tahap ini biasanya lele dipanen sampai ukuran 3-5 cm
untuk menghasilkan benih yang melimpah perlu dilakukan pemrosesan lahan pendederan khusus untuk tebar mulai dari ukuran 1-2 cm.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Tentunya lahan ada
2.  Pastikan kolam sudah dikeringkan selama minimal (3 hari), untuk menghilangkan racun yang terkandung dalam tanah.
3. Pembersihan pinggiran kolam/tembok dari rumput. Dimaksudkan untuk meminimalisir keberadaan hama/hewan yang bersembunyi di rerumputan.
4. Mengisi air (beri saringan halus di pipa paralon)
5. Pemberian pupuk kandang
Berikan pupuk kandang kira-kira 1 karung besar, bungkus kedalam 4 karung kecil dan letakkan menyebar agak ke tengah.


6. Diamkan kolam selama minimal 5 hari untuk memunculkan plankton2 dan cacing sebagai pakan alami benih lele.

7. pastikan air tidak berbau sebelum melepas benih lele, warna tidak hijau pekat.

Dengan menggunakan kolam Tanah, petani lebih ringan dalam pemberian pakan, pemberian pakan bias dimulai mulai hari ke 7 setelah tebar atau lihat kondisi kolam, jika persediaan pakan alami didasar Tanah atau di air sudah sedikit barulah memberi pakan.

Mes putih/urea bias juga diberikan pada saat pmupukan, perbedaannya yaitu ure akan memunculkan pakan alami berupa plankton sedangkan pupuk kandang lebih cenderung menyuburkan Tanah sehingga cacing dapat hidup sebagai pakan alami benih.

Kepadatan lele

Usahakan kepadatan optimal, mungkin disetiap daerah bias berbeda. cara termudah dengan cara percobaan
Misal, dari ukuran kolam 10x10 m kita tebar maksimal dulu 35 ribu ekor benih ukuran 3 dengan target panen ukuran 5-7, hitung presentase hasil panennya. missal panen mencapai 25 ribu ekor. pada tebar kedua kurangi penebaran lele menjadi 33 ekor dan hitung presentase panen, missal didapat hasil 27 ribu ekor.

Kepadatan juga mempengaruhi hasil panen dari segi kuantitas dan juga pertumbuhan benih.


Selamat mencoba semoga selalu diberi kelimpahan berkan bagi para petani se Indonesia

Wednesday, August 1, 2018

Tips bagaimana menjaga agar tingkat kehidupan larva lele tinggi


Pemeliharaan larva


Dari proses pemijahan akan dihasilkan larva ikan yang harus dibesarkan  lihat pembenihan lele selanjutnya. Prioritaskan kualitas air kolam untuk pemeliharaan larva karena air sangat berpengaruh terhadap larva yang belum sepenuhnya kuat. Usahakan ada aerasi dengan aerotor untuk menyuplai oksigen. Suhu kolam harus dipertahankan pada kisaran 28-29oC. Pada suhu dibawah 25oC, biasanya akan terbentuk bintik putih pada larva yang menyebabkan kematian massal.

Apabila terjadi perubahan suhu, usahakan tidak terjadi secara ekstrim caranya bisa menggunakan system air merah. Perubahan suhu kolam sebaiknya tidak berfluktuasi lebih dari 1oC. Banyak larva yang tidak mentolerir suhu yang berubah-ubah dan hanya lava yang tangguh yang bertahan

Hal penting lainnya adalah menjaga kebersihan kolam. Bersihkan kolam dari kotoroan dan sisa pakan dengan spons. Kotoran dan sisa pakan bisa menimbulkan gas amonia yang bisa memicu kematian larva.

Larva masih membawa persediaan makanan dalam dirinya, jadi tidak perlu diberi pakan hingga 3-4 hari. Setelah persediaan makanannya habis, larva harus segera diberi pakan. Pakan bisa berupa kuning telur yang telah direbus. Ambil bagian kuningnya, lumat hingga halus dan campurkan dengan 1 cibuk/gayung. Larutan tersebut cukup untuk 100.000 ekor larva lele

Setelah larva berumur satu minggu, berikan pakan berpa cacing sutera. Cacing ini bernilai gizi tinggi dan disukai benih ikan yang baru tumbuh. Pakan berupa cacing ini meringankan perawatan, karena bisa hidup dalam air dan tidak mengotori kolam. Sehingga meminimalkan resiko keracunan akibat sisa pakan yang membusuk.

Cacing sutera diberikan hingga larva berumur 3 minggu atau berukuran 1-2 cm. Setelah itu, larva bisa dikatakan telah menjadi benih ikan dan siap diberi pelet yang berbentuk tepung, berikan pula pakan tambahan seperti susu, vitamin dll.

setelah lava berukuran 1-2 cm akan siap dideder oleh petani pendeder atau dideder sendiri.

Pendederan benih

Pendederan adalah suatu tahapan untuk melepas benih ikan ke tempat pembesaran sementara. Proses pendederan merupakan salah satu tahapan penting dalam pembenihan ikan lele. Tempat pendederan biasanya berupa kolam kecil dengan pengaturan lingkungan yang ketat. Tahapan ini diperlukan karena benih ikan masih rentan terhadap serangan hama, penyakit dan perubahan lingkungan yang ekstrem. Benih ikan didederkan hingga siap untuk ditebar di kolam budidaya yang lebih luas.

a. Menyiapkan kolam pendederan

Kolam pendederan untuk pembenihan ikan lele bisa berupa kolam tanah, kolam semen atau kolam dari terpal. Tidak ada patokan luasan yang disarankan untuk kolam pendederan. Namun lebih baik tidak terlalu luas, sehingga lebih mudah dikontrol, misalnya ukuran 2×3 atau 3×4 m dengan kedalaman kolam 0,75-1 meter. Kolam tersebut juga harus memungkinkan di pasangi peneduh seperti paranet, bias juga ijuk, daun pisang, daun kelapa dll untuk menghindari kematian benih karena terik matahari di musim kemarau.

Dalam menyiapkan kolam pendederan, perhatikan dengan seksama saluran masuk dan keluar pintu air. Gunakan jaring yang halus agar benih tidak bisa melintas saluran air dan tidak ada hama dari luar yang terbawa masuk ke kolam. Lakukan pengeringan kolam sebelum digunakan. Lebih baik apabila kolam dijemur untuk menghilangkan bibit penyakit yang mungkin tersisa dari aktivitas sebelumnya. Khusus untuk jenis kolam tanah yang akan digunakan untuk pembenihan ikan lele, lakukan pengolahan tanah dan pemupukan dasar kolam. Khusus Pemupukan Kolam Tanah akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Pengisian air kolam untuk pembenihan ikan lele, hendaknya dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal isi kolam dengan kedalaman 20-30 cm. Hal ini mengingat benih ikan masih sangat kecil, apabila kolam terlampau dalam benih tersebut akan kesulitan untuk berenang ke atas dan mengambil oksigen dari udara. Setelah benih membesar tambahkan kedalaman kolam secara bertahap, sesuaikan dengan ukuran benih ikan.

b. Pelepasan benih

Benih ikan lele sudah bisa dipindahkan ke kolam pendederan setelah berumur 3 minggu dihitung sejak menetas di tempat pemijahan. Atau, kira-kira berukuran panjang 1-2 cm. Kepadatan tebar benih lele berkisar 300-600 ekor per m2. Kepadatan tebar tiap daerah mungkin saja bias berbeda dikarenakan suhu dan kandungan air yang berbeda.

Benih ikan yang masih kecil sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim dan pergerakan yang tiba-tiba. Oleh karena itu, memindahkan benih ikan ke kolam pendederan perlu kehati-hatian. Caranya, gunakan wadah atau ember plastik,
letakkan pada kolam, ambil perlahan dan hati-hati menggunakan jarring halus.

Setelah benih terisi pindahkan ke kolam  dengan cara meletakkan ke kolam yang sudah disiapkan kira-kira 30-45 menit dengan tujuan agar benih beradaptasi dengan suhu air kolam, miringkan ember sedikit agar terisi dengan dari kolam asal sedikit demi sedikit dan biarkan benih keluar dengan sendirinya.


c. Pemberian pakan pembenihan ikan lele

Ketika benih masih berukuran 1-2 cm, gunakan tepung pelet yang memiliki kadar protein lebih dari 40 persen, karena pada umur tersebut benih lele membutuhkan banyak protein untuk perkembangan. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pelet jenis PSC atau pakan udang/tepung ikan. Pemberian pakan jenis ini harus teliti, karena pakan akan tenggelam dan menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan akan membentuk amonia yang berbahaya bagi benih ikan. Selanjutnya benih ikan bisa dipindahkan ke kolam pendederan benih.

Apabila ikan sudah mencapai ukuran 2-3 cm biasanya akan dipindahkan ke kolam lain/pendederan. kolam pendederan bisa kolam tanah atau terpal.
berikan pakan F999 atau PF1000, atau jenis pelet yang berbentuk butiran kecil apabila menggunakan kolam terpal atau semen Berikan pakan ini setidaknya hingga benih berukuran 4-6 cm / sesuai keinginan. Pada prinsipnya, ukuran pakan harus disesuaikan dengan bukaan mulut benih ikan.
Apabila di kolam Tanah tidak perlu diberikan pakan selama minimal 1 minggu karena banyak paka alami yang tersedia.baca juga (Pemupukan kolam tanah)

Pakan diberikan dengan frekuensi 4-5 kali sehari. Waktu pemberian pakan bisa dilakukan pada pagi, siang, sore dan hindari pemberian pakan pada malam hari walaupun ikan lele adalah jenis binatang nokturnal atau aktif dimalam hari. Hal ini dilakukan karena dalam kolam oksigen pada malam hari akan berkurang, jika diberikan pakan pada malam hari akan mengurangi agresifitas ikan dikarenakan ikan kenyang. Perlu diingat, ikan yang kenyang cenderung akan lebih tenang dan  inilah yang cepat terjangkit penyakit.

Panen pembenihan ikan lele

Pembenihan ikan lele memakan waktu 8-9 minggu sejak benih menetas. Ukuran benih lele siap panen berkisar 5-7 cm/atau sesuai keinginan.

Langkah terakhir yang sangat menentukan akan memasarkan/menyiapkan pembeli hehehe

Sekian semoga bermanfaat


Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate