Fila Amank Farm: Budidaya ikan lele, seni atau bisniskah? ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Thursday, August 9, 2018

Budidaya ikan lele, seni atau bisniskah?


Budidaya pembenihan, pembesaran ikan lele seni atau bisnis.



Budidaya pembenihan ataupun pembesaran ikan lele sebenarnya bisnis atau seni?



Banyak orang yang memulai usaha budidaya lele dari nol sampai sukses, banyak pula yang gulung tikar.

Jika budidaya ikan lele dianggap sebagai bisnis, pastinya hanya keuntungannya saja yang dipertimbangakan, mungkin mengabaikan dari segi bagaimana bibitnya, bagaimana ongkos tenaga kerjanya, bagaimana pakannya, dan yang lainnya. Ya! Karena yang dihitung hanya keuntungannya saja, tebar sekian yang minimal sudah dapat sekian rupiah.



Tapi tidak semudah yang dibayangkan, banyak yang ditinggalkan pekerja ahlinya karena ingin mandiri dan membudidayakan sendiri, dari segi pasar juga sama, jika kurang komunikasi lambat laun juga akan ditinggalkan para pembeli karena pasar ikan lele itu luwes, hanya orang yang mempunyai koneksi dan komunikasi yang luas yang akan terus tumbuh dan berkembang.



Budaidaya ikan lele bisa dimulai oleh siapa saja dari yang bermodal kecil sampai ratusan  juta rupiah, anggapan bahwa bisnis lele itu mudah hanya tinggal ngasih pakan, tunggu besar dan selesai tinggal meraup rupiah. Ya kalua dianggap mudah ya memang mudah, tapi kalua dianggap sulit ya memang sulit.

Kalua mudah kenapa tidak banyak yang membudidayakan ikan lele? Lagi-lagi keuntungan menjadi patokan seseorang.  Kalua saya modal sekian dalam sekali panen dapat sekian dan harus menunggu sampai berapa bulan modal kembali… heheheh

Lalu kalua dianggap sulit, kenapa masih banyak yang mencoba bahkan menekuni usaha ini? Ya karena mereka mengganggap budidaya ikan lele masih banyak peluang karena jarang peminatnya yang menjadi sebuah kesempatan usaha yang bagus.

Lho tapi kenapa banyak juga yang gagal?

Lagi-lagi keuntungan menjadi patokan para bisnismen spekulan yang hanya melihat dari segi kesempatan saja namun tidak diimbangi dengan ilmu dan seni berbudidaya. hehehe

Anggapan ini salah karena system budidaya ikan lele tidak bisa dihitung dengan kalkulator semisal 1 di tambah 1 pasti hasilnya 2.

Lele adalah makhluk hidup dan ia hidup di air, pastinya tidak dapat dipastikan berapa jumlahnya di dalam air, seberapa cepat ia berkembang dan berapa lama ia bisa dipanen.

Kelihatannya ketika diberikan pakan masih banyak dan besar-besar, namun ketika dipanen hasilnya tidak sebanyak yang kita bayangkan.

Budidaya lele itu penuh dengan jiwa seni, dan kasih saying layaknya seorang ibu kepada anaknya. Harus seperti itu dan memang harus seperti itu untuk mengetahui bagaimana si anak sakit, sudah kenyang apa belum, tumbuh kembangnya normal apa tidak, tempat hidupnya normal tidak, gizinya cukup apa tidak dan seterusnya.

Seni budidaya lele itu memakai filing, teori saja tidak cukup. Misalkan kita bergerak pada budidaya pembesaran lele. Pada awalnya pasti akan memilih bibit yang berkualitas, teorinya gampang pilih yang seukuran, pilih yang sama rata, pilih yang lincah. Tapi kalua sudah melihat aslinya itu bisa berbeda, hanya yang berjiwa seni tinggi yang bisa menemukan sesuai dengan teori di atas.

Kalau saya yang melihat mungkin sekilas sama saja, namun jika yang melihat mempunyai teori dan filling yang kuat pasti akan terlihat berbeda dengan apa yang saya lihat.



Berarti hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membudidayakan ikan lele? Tidak juga karena banyak yang memulai dari nol dan tidak tahu apa-apa dan akhirnya juga berhasil.

Kuncinya hanya tidak bosan, saling berbagi ilmu, menganggap masalah sebagai tantangan dan pantang mundur.

Banyak bersilaturahmi ke petani-petani lele yang lain, yang berbeda konsep budidayanya, yang berbeda tehniknya yang berbeda sistemnya, yang berbeda daerahnya akan mengasah filling seni pembudidaya. Dari situlah pengalaman yang sebenarnya dan dari situlah ilmu yang sebenarnya. Teori hanya sebagai dasar dan pembanding saja. Selebihnya adalah murni usaha kita, tanpa mengecualikan campur tangan Tuhan yang pasti.



Perlu diingat, semua jenis usaha yang ada di dunia jika digarisbesarkan cuma ada dua yaitu jasa dan dagang. Yups jasa menawarkan berbagai jenis tenaga/pikiran sedangkan dagang berhubungan dengan transaksi jual beli.

Kenapa begitu? Ya. Missal anda membudidayakan lele ujung-ujungnya ya dagang juga, dijual ke petani pembesaran atau pendeder lha yang kerja menyediakan jasa tenaganya.



Kesimpulannya:

Kegagalan usaha pembudidaya menurut saya dikarenakan

1.       Ekspetasi tinggi terhadap keuntungan budidaya yang tidak sebanding dengan hasil yang diharapkan

2.       Kurang memahami seni budidaya

3.       Berfikir praktis tentang konsep usaha budidaya

4.       Menyerah sebelum menang

5.       Persaingan usaha
6.    Bencana



Lho kenapa tidak ada bibit lele jelek, penyakit dsb sebagai penyebab kegagalan? itu semua bagian dari seni budidaya, bagaimana anda memilah dan memilih, menjaga, mencegah serta mengatasi masalah. lambat laun pembudidaya akan terasah dan akan menjadikan anda sebagai pembudidaya yang hebat.



Jadi sebagai pembudidaya harus menguasai seni berbudidaya, karena ikan lele itu manja, perlu kasih sayang hehehehe

sekian ulasan dari saya, maaf apabila ada yang salah. maklum pemula hehehe




No comments:

Post a Comment

Semoga bermanfaat

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate