Budidaya pembenihan, pembesaran ikan lele seni atau bisnis.
Budidaya pembenihan ataupun pembesaran ikan lele sebenarnya
bisnis atau seni?
Banyak orang yang memulai usaha budidaya lele dari nol
sampai sukses, banyak pula yang gulung tikar.
Jika budidaya ikan lele dianggap sebagai bisnis, pastinya
hanya keuntungannya saja yang dipertimbangakan, mungkin mengabaikan dari segi
bagaimana bibitnya, bagaimana ongkos tenaga kerjanya, bagaimana pakannya, dan
yang lainnya. Ya! Karena yang dihitung hanya keuntungannya saja, tebar sekian
yang minimal sudah dapat sekian rupiah.
Tapi tidak semudah yang dibayangkan, banyak yang
ditinggalkan pekerja ahlinya karena ingin mandiri dan membudidayakan sendiri,
dari segi pasar juga sama, jika kurang komunikasi lambat laun juga akan
ditinggalkan para pembeli karena pasar ikan lele itu luwes, hanya orang yang
mempunyai koneksi dan komunikasi yang luas yang akan terus tumbuh dan
berkembang.
Budaidaya ikan lele bisa dimulai oleh siapa saja dari yang
bermodal kecil sampai ratusan juta
rupiah, anggapan bahwa bisnis lele itu mudah hanya tinggal ngasih pakan, tunggu
besar dan selesai tinggal meraup rupiah. Ya kalua dianggap mudah ya memang
mudah, tapi kalua dianggap sulit ya memang sulit.
Kalua mudah kenapa tidak banyak yang membudidayakan ikan
lele? Lagi-lagi keuntungan menjadi patokan seseorang. Kalua saya modal sekian dalam sekali panen
dapat sekian dan harus menunggu sampai berapa bulan modal kembali… heheheh
Lalu kalua dianggap sulit, kenapa masih banyak yang mencoba
bahkan menekuni usaha ini? Ya karena mereka mengganggap budidaya ikan lele
masih banyak peluang karena jarang peminatnya yang menjadi sebuah kesempatan
usaha yang bagus.
Lho tapi kenapa banyak juga yang gagal?
Lagi-lagi keuntungan menjadi patokan para bisnismen spekulan
yang hanya melihat dari segi kesempatan saja namun tidak diimbangi dengan ilmu
dan seni berbudidaya. hehehe
Anggapan ini salah karena system budidaya ikan lele tidak
bisa dihitung dengan kalkulator semisal 1 di tambah 1 pasti hasilnya 2.
Lele adalah makhluk hidup dan ia hidup di air, pastinya
tidak dapat dipastikan berapa jumlahnya di dalam air, seberapa cepat ia
berkembang dan berapa lama ia bisa dipanen.
Kelihatannya ketika diberikan pakan masih banyak dan
besar-besar, namun ketika dipanen hasilnya tidak sebanyak yang kita bayangkan.
Budidaya lele itu penuh dengan jiwa seni, dan kasih saying
layaknya seorang ibu kepada anaknya. Harus seperti itu dan memang harus seperti
itu untuk mengetahui bagaimana si anak sakit, sudah kenyang apa belum, tumbuh
kembangnya normal apa tidak, tempat hidupnya normal tidak, gizinya cukup apa
tidak dan seterusnya.
Seni budidaya lele itu memakai filing, teori saja tidak
cukup. Misalkan kita bergerak pada budidaya pembesaran lele. Pada awalnya pasti
akan memilih bibit yang berkualitas, teorinya gampang pilih yang seukuran,
pilih yang sama rata, pilih yang lincah. Tapi kalua sudah melihat aslinya itu
bisa berbeda, hanya yang berjiwa seni tinggi yang bisa menemukan sesuai dengan
teori di atas.
Kalau saya yang melihat mungkin sekilas sama saja, namun
jika yang melihat mempunyai teori dan filling yang kuat pasti akan terlihat
berbeda dengan apa yang saya lihat.
Berarti hanya orang-orang tertentu saja yang bisa
membudidayakan ikan lele? Tidak juga karena banyak yang memulai dari nol dan
tidak tahu apa-apa dan akhirnya juga berhasil.
Kuncinya hanya tidak bosan, saling berbagi ilmu, menganggap
masalah sebagai tantangan dan pantang mundur.
Banyak bersilaturahmi ke petani-petani lele yang lain, yang
berbeda konsep budidayanya, yang berbeda tehniknya yang berbeda sistemnya, yang
berbeda daerahnya akan mengasah filling seni pembudidaya. Dari situlah
pengalaman yang sebenarnya dan dari situlah ilmu yang sebenarnya. Teori hanya
sebagai dasar dan pembanding saja. Selebihnya adalah murni usaha kita, tanpa
mengecualikan campur tangan Tuhan yang pasti.
Perlu diingat, semua jenis usaha yang ada di dunia jika
digarisbesarkan cuma ada dua yaitu jasa dan dagang. Yups jasa menawarkan
berbagai jenis tenaga/pikiran sedangkan dagang berhubungan dengan transaksi
jual beli.
Kenapa begitu? Ya. Missal anda membudidayakan lele
ujung-ujungnya ya dagang juga, dijual ke petani pembesaran atau pendeder lha
yang kerja menyediakan jasa tenaganya.
Kesimpulannya:
Kegagalan usaha pembudidaya menurut saya dikarenakan
1.
Ekspetasi tinggi terhadap keuntungan budidaya
yang tidak sebanding dengan hasil yang diharapkan
2.
Kurang memahami seni budidaya
3.
Berfikir praktis tentang konsep usaha budidaya
4.
Menyerah sebelum menang
5.
Persaingan usaha
6. Bencana
Lho kenapa tidak ada bibit lele jelek, penyakit dsb sebagai penyebab kegagalan? itu semua bagian dari seni budidaya, bagaimana anda memilah dan memilih, menjaga, mencegah serta mengatasi masalah. lambat laun pembudidaya akan terasah dan akan menjadikan anda sebagai pembudidaya yang hebat.
Jadi sebagai pembudidaya harus menguasai seni berbudidaya,
karena ikan lele itu manja, perlu kasih sayang hehehehe
sekian ulasan dari saya, maaf apabila ada yang salah. maklum pemula hehehe
No comments:
Post a Comment
Semoga bermanfaat