Fila Amank Farm: Tips bagaimana menjaga agar tingkat kehidupan larva lele tinggi ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Wednesday, August 1, 2018

Tips bagaimana menjaga agar tingkat kehidupan larva lele tinggi


Pemeliharaan larva


Dari proses pemijahan akan dihasilkan larva ikan yang harus dibesarkan  lihat pembenihan lele selanjutnya. Prioritaskan kualitas air kolam untuk pemeliharaan larva karena air sangat berpengaruh terhadap larva yang belum sepenuhnya kuat. Usahakan ada aerasi dengan aerotor untuk menyuplai oksigen. Suhu kolam harus dipertahankan pada kisaran 28-29oC. Pada suhu dibawah 25oC, biasanya akan terbentuk bintik putih pada larva yang menyebabkan kematian massal.

Apabila terjadi perubahan suhu, usahakan tidak terjadi secara ekstrim caranya bisa menggunakan system air merah. Perubahan suhu kolam sebaiknya tidak berfluktuasi lebih dari 1oC. Banyak larva yang tidak mentolerir suhu yang berubah-ubah dan hanya lava yang tangguh yang bertahan

Hal penting lainnya adalah menjaga kebersihan kolam. Bersihkan kolam dari kotoroan dan sisa pakan dengan spons. Kotoran dan sisa pakan bisa menimbulkan gas amonia yang bisa memicu kematian larva.

Larva masih membawa persediaan makanan dalam dirinya, jadi tidak perlu diberi pakan hingga 3-4 hari. Setelah persediaan makanannya habis, larva harus segera diberi pakan. Pakan bisa berupa kuning telur yang telah direbus. Ambil bagian kuningnya, lumat hingga halus dan campurkan dengan 1 cibuk/gayung. Larutan tersebut cukup untuk 100.000 ekor larva lele

Setelah larva berumur satu minggu, berikan pakan berpa cacing sutera. Cacing ini bernilai gizi tinggi dan disukai benih ikan yang baru tumbuh. Pakan berupa cacing ini meringankan perawatan, karena bisa hidup dalam air dan tidak mengotori kolam. Sehingga meminimalkan resiko keracunan akibat sisa pakan yang membusuk.

Cacing sutera diberikan hingga larva berumur 3 minggu atau berukuran 1-2 cm. Setelah itu, larva bisa dikatakan telah menjadi benih ikan dan siap diberi pelet yang berbentuk tepung, berikan pula pakan tambahan seperti susu, vitamin dll.

setelah lava berukuran 1-2 cm akan siap dideder oleh petani pendeder atau dideder sendiri.

Pendederan benih

Pendederan adalah suatu tahapan untuk melepas benih ikan ke tempat pembesaran sementara. Proses pendederan merupakan salah satu tahapan penting dalam pembenihan ikan lele. Tempat pendederan biasanya berupa kolam kecil dengan pengaturan lingkungan yang ketat. Tahapan ini diperlukan karena benih ikan masih rentan terhadap serangan hama, penyakit dan perubahan lingkungan yang ekstrem. Benih ikan didederkan hingga siap untuk ditebar di kolam budidaya yang lebih luas.

a. Menyiapkan kolam pendederan

Kolam pendederan untuk pembenihan ikan lele bisa berupa kolam tanah, kolam semen atau kolam dari terpal. Tidak ada patokan luasan yang disarankan untuk kolam pendederan. Namun lebih baik tidak terlalu luas, sehingga lebih mudah dikontrol, misalnya ukuran 2×3 atau 3×4 m dengan kedalaman kolam 0,75-1 meter. Kolam tersebut juga harus memungkinkan di pasangi peneduh seperti paranet, bias juga ijuk, daun pisang, daun kelapa dll untuk menghindari kematian benih karena terik matahari di musim kemarau.

Dalam menyiapkan kolam pendederan, perhatikan dengan seksama saluran masuk dan keluar pintu air. Gunakan jaring yang halus agar benih tidak bisa melintas saluran air dan tidak ada hama dari luar yang terbawa masuk ke kolam. Lakukan pengeringan kolam sebelum digunakan. Lebih baik apabila kolam dijemur untuk menghilangkan bibit penyakit yang mungkin tersisa dari aktivitas sebelumnya. Khusus untuk jenis kolam tanah yang akan digunakan untuk pembenihan ikan lele, lakukan pengolahan tanah dan pemupukan dasar kolam. Khusus Pemupukan Kolam Tanah akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Pengisian air kolam untuk pembenihan ikan lele, hendaknya dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal isi kolam dengan kedalaman 20-30 cm. Hal ini mengingat benih ikan masih sangat kecil, apabila kolam terlampau dalam benih tersebut akan kesulitan untuk berenang ke atas dan mengambil oksigen dari udara. Setelah benih membesar tambahkan kedalaman kolam secara bertahap, sesuaikan dengan ukuran benih ikan.

b. Pelepasan benih

Benih ikan lele sudah bisa dipindahkan ke kolam pendederan setelah berumur 3 minggu dihitung sejak menetas di tempat pemijahan. Atau, kira-kira berukuran panjang 1-2 cm. Kepadatan tebar benih lele berkisar 300-600 ekor per m2. Kepadatan tebar tiap daerah mungkin saja bias berbeda dikarenakan suhu dan kandungan air yang berbeda.

Benih ikan yang masih kecil sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim dan pergerakan yang tiba-tiba. Oleh karena itu, memindahkan benih ikan ke kolam pendederan perlu kehati-hatian. Caranya, gunakan wadah atau ember plastik,
letakkan pada kolam, ambil perlahan dan hati-hati menggunakan jarring halus.

Setelah benih terisi pindahkan ke kolam  dengan cara meletakkan ke kolam yang sudah disiapkan kira-kira 30-45 menit dengan tujuan agar benih beradaptasi dengan suhu air kolam, miringkan ember sedikit agar terisi dengan dari kolam asal sedikit demi sedikit dan biarkan benih keluar dengan sendirinya.


c. Pemberian pakan pembenihan ikan lele

Ketika benih masih berukuran 1-2 cm, gunakan tepung pelet yang memiliki kadar protein lebih dari 40 persen, karena pada umur tersebut benih lele membutuhkan banyak protein untuk perkembangan. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pelet jenis PSC atau pakan udang/tepung ikan. Pemberian pakan jenis ini harus teliti, karena pakan akan tenggelam dan menumpuk di dasar kolam. Penumpukan sisa pakan akan membentuk amonia yang berbahaya bagi benih ikan. Selanjutnya benih ikan bisa dipindahkan ke kolam pendederan benih.

Apabila ikan sudah mencapai ukuran 2-3 cm biasanya akan dipindahkan ke kolam lain/pendederan. kolam pendederan bisa kolam tanah atau terpal.
berikan pakan F999 atau PF1000, atau jenis pelet yang berbentuk butiran kecil apabila menggunakan kolam terpal atau semen Berikan pakan ini setidaknya hingga benih berukuran 4-6 cm / sesuai keinginan. Pada prinsipnya, ukuran pakan harus disesuaikan dengan bukaan mulut benih ikan.
Apabila di kolam Tanah tidak perlu diberikan pakan selama minimal 1 minggu karena banyak paka alami yang tersedia.baca juga (Pemupukan kolam tanah)

Pakan diberikan dengan frekuensi 4-5 kali sehari. Waktu pemberian pakan bisa dilakukan pada pagi, siang, sore dan hindari pemberian pakan pada malam hari walaupun ikan lele adalah jenis binatang nokturnal atau aktif dimalam hari. Hal ini dilakukan karena dalam kolam oksigen pada malam hari akan berkurang, jika diberikan pakan pada malam hari akan mengurangi agresifitas ikan dikarenakan ikan kenyang. Perlu diingat, ikan yang kenyang cenderung akan lebih tenang dan  inilah yang cepat terjangkit penyakit.

Panen pembenihan ikan lele

Pembenihan ikan lele memakan waktu 8-9 minggu sejak benih menetas. Ukuran benih lele siap panen berkisar 5-7 cm/atau sesuai keinginan.

Langkah terakhir yang sangat menentukan akan memasarkan/menyiapkan pembeli hehehe

Sekian semoga bermanfaat


No comments:

Post a Comment

Semoga bermanfaat

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate