Budidaya Lele panen melimpah
Tahap pertama yang menentukan keberhasilan budidaya lele yaitu memilih system budidaya yang tepat. Tepat disini bisa diartikan sesuai keadaan sumber pakan, sumber air dan tentu saja lahan yang ada.
1. Sistem konvensional
2. Sistem Lomyam (di bawah kandang ayam)
3. SIstem NWS (Natural Water Sistem)
4. Sistem Boster
5. Sistem bioflok
6. Sistem organik
.dst
namun saya tidak akan menjelaskan satu persatu hehehe.
Jadi tepat disini belum tentu tepat buat anda. Misal di daerah kering anda tidak mungkin melakukan system konvensional dengan kolam besar karena sulitnya mendapatkan air. Begitu pula dengan pakan, anda bias saja menggunakan ayam mati, namun mungkin akan kesulitan jika daerah anda tidak ada peternakan ayam. hehehe ya jadi sesuaikan sendiri saja system yang akan anda pilih sesuai kondisi daerah anda sendiri tentunya disertai dengan ilmu dan tehnik yang benar,
Dengan ilmu yang anda punya dan pengalaman tentunya, apapun system yang anda gunakan akan berhasil meraup untung yang besar.
Salah satu strategi penting sukses budidaya lele adalah tahap memilih bibit. Banyak peternak pemula yang mengalami kerugian karena salah dalam memilih ukuran bibit. Berdasarkan pengalaman dalam budidaya lele. Sudah umum bahwa rahasia budidaya lele 40 hari panen adalah pembesaran ikan lele ukuran 9-12 ekor, dimana ukuran ini sudah sangat aman, dengan tingkat kematian yang sangat sedikit.
Yups, benar. tebar lele ukuran 9-12 memang lebih cepat panen karena memang sudah beranjak remaja. tapi sebenarnya sama saja, dari ukuran 35 ke 9-12 dibutuhkan kira-kira waktu 2 minggu, jadi sama saja hasilnya. Lho kok sama? hitungannya harga lele ukuran 9-12 lebih mahal mungkin setara jika digunakan untuk memberi pakan lele ukuran 35 ke 9-12 mungkin juga lebih murah.
Tapi, bagi yang belum professional seperti saya mungkin lebih baik menggunakan yang ukuran 9-12 karena tingkat kematian sudah berkurang jika dibandingkan dengan lele yang berukuran lebih kecil.
Tapi, bagi yang belum professional seperti saya mungkin lebih baik menggunakan yang ukuran 9-12 karena tingkat kematian sudah berkurang jika dibandingkan dengan lele yang berukuran lebih kecil.
Hal terpenting yang tidak boleh dilupakan yaitu Pengalaman, Teori dibutuhkan namun itu hanya membantu saja, dan ilmu yang menentukan keberhasilan berasal dari diri anda sendiri.
Saya contohkan missal praktisi perikanan memberikan tolok ukur pemberian dolomit 150gr/m. bisa jadi itu dilakukan pada percobaan didaerah tertentu yang jika diterapkan didaerah anda kurang cocok dikarenakan tingkat keasaman yang berbeda, suhu yang berbeda dan kandungan mineral air yang berbeda pula.
Saya contohkan missal praktisi perikanan memberikan tolok ukur pemberian dolomit 150gr/m. bisa jadi itu dilakukan pada percobaan didaerah tertentu yang jika diterapkan didaerah anda kurang cocok dikarenakan tingkat keasaman yang berbeda, suhu yang berbeda dan kandungan mineral air yang berbeda pula.
Intinya Insting yang berbicara.
Pahami apa itu ikan lele, bagaimana hidupnya, bagaimana perilakunya. Perhatikan setiap perkembangan di kolam anda, jika ada yang berbeda dari biasanya mungkin ada masalah dan telusuri masalah tersebut entah itu dari air atau yang lain (coba tengok teori yang sudah anda punya sebagai referensi)
Semoga bermanfaat
No comments:
Post a Comment
Semoga bermanfaat