SUMBER ASAM AMINO YANG DIBUTUHKAN UNTUK IKAN
Protein merupakan sumber asam-asam amino yang
mengandung unsur-unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak maupun
karbohidrat. Mutu protein dinilai dari perbandingan asam-asam amino yang
terkandung dalam protein tersebut. Pada prinsipnya suatu protein yang dapat
menyediakan asam amino essensial dalam suatu perbandingan yang menyamai kebutuhan
tubuh ikan, mempunyai mutu yang tinggi.Sebaliknya protein yang kekurangan satu
atau lebih asam-asam amino essensial mempunyai mutu yang rendah.Asam-asam amino
yang biasanya sangat kurang dalam bahan makanan disebut asam amino
pembatas. Dari suatu penelitian dinyatakan bahwa pemberian pakan hendaknya
dilakukan dengan pencampuran bahan asam amino pembatas atau dengan kata lain
asam amino pembatas yang kurang pada sumber protein yang satu akan ditingkatkan
oleh kadar asam amino pembatas dari sumber protein lainnya. Dalam pemberian
pakan ikan juga harus diperhatikan jumlah asam amino esensial pembatasnya. Adapun yang dimaksud dengan asam amino esensial pembatas adalah asam amino
esensial yang konsentrasi antara leusin dan valin berinteraksi dalam hubungan
paralel dengan konsentrasi isoleusin.Kualitas protein berbeda beda tergantung
pada jenis dan jumlah asam amino penyusunnya. Kekurangan asam amino esensial akan mengakibatkan penurunan
pertumbuhan retensi protein yang rendah disebabkan oleh tingginya perbedaan
komposisi asam amino esensial dalam protein dibandingkan dengan komposisi asam
amino esensial tubuh ikan.Penentuan
kualitas protein dapat dilakukan dengan membandingkan komposisi asam amino
esnsial pada pakan yang diberikan terhadap ikan yang diuji. Untuk membandingkan
asam amino yang terdapat di dalam bahan baku pakan dengan bahan tambahan
protein lainnya dapat dilakukan dengan perhitungan dengan cara evaluasi kimiawi
/ skor kimia. Semakin dekat jenis dan jumlah asam amino dalam bahan baku pakan
dengan jenis dan jumlah asam amino dalam bahan tambahan protein, berarti
semakin baik kualitas bahan baku tersebut. Persamaannya adalah sebagai berikut
:
Skor kimia = Asam
amino dalam protein bahan baku pakan (g) x
100%
Asam amino dalam bahan tambahan protein (g)
Penggunaaan protein pakan optimal ini dipengaruhi oleh
kesimbangan protein dan energi yang tepat dan penambahan unsur-unsur vitamin
dan mineral yang sesuai dengan kebutuhan ikan, proses pembuatan pakan dan
penyimpannya serta pemberian pakan yang tepat dan penyediaan kondisi lingkungan
(air) yang baik. Hal tersebut dinyatakan karena protein ikan pada kandungan
optimal memberikan pertumbuhan maksimal pada ikan,
Berikut ini beberapa bahan yang mengandung protein
tinggi yang dapat difungsikan sebagai pakan ikan :
·
Kedelai
unggulan : dengan kandungan protein : 40-44 %
·
bungkil
kacang kedelai /soyabean meal (SBM) dengan kandungan protein : 35 %
·
tepung ikan
dengan kandungan protein : 40-45 %
·
biji wijen
dengan kandungan protein : 38,2 %
·
biji karet mengandung 10 – 22% protein dan asam amino esensial
Penelitian membuktikan bahwa antar spesies ikan
terdapat perbedaan yang sangat besar dalam kebutuhannya terhadap protein dan
asam amino. Beberapa perbedaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh perbedaan
pada laju pertumbuhan, bobot pakan yang dikonsumsi, dan sumber asam amino dalam
pakan. Kekurangan atau defisiensi akan protein atau asam amino esensial
berakibat menurunkan perolehan bobot.
No comments:
Post a Comment
Semoga bermanfaat