Serangan hama padi pada musim hujan
Padi adalah salah satu makanan pokok yang ada di Indonesia dan salah satu sumber makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Jadi tidak heran dimanapun kita berada pasti banyak menemukan tanaman padi, ya karena memang rata-rata petani menamam padi selain untuk kebutuhan makan sendiri dan untuk dijual.
Tanaman padi bisa hidup pada musim apa saja, musim kemarau atau musin hujan tidak berpengaruh pada jumlah hasil produksi padi tersebut dengan catatan tanaman padi tercukupi air. pada Intinya tanaman padi hanya butuh air dan cuaca tidak berpengaruh. Namun ada beberapa jenis padi yang dapat ditanam pada lahan yang kurang air/kering seperti padi gogo.
Namun walaupun hasil produksi padi tidak terpangaruhi oleh musim, akan tetapi masalah yang timbul ada pada sisi lain, yaitu hama yang menyebar luas pada saat musim hujan diantaranya Hawar Daun Bakteri (HBD), sundhep, wereng batang cokelat, tikus, kutu kebul, dan hama blast.
Hama wereng (Nilaparvata lugens) adalah hama padi lain yang sering menyerang di saat hujan bahkan suka menyerang tanaman hias. Hama wereng dapat dibasmi dengan menjaga supaya matahari selalu dapat menyinari padi atau tanaman hias.
Matahari akan membuat wereng sulit menetas dan mencegahnya berkembang biak. Oleh karena itu, wereng sering muncul dan berkembang biak saat musim penghujan di mana jarang ada matahari.
Hama tanaman kutu kebul (Bemisia tabacci) juga sering muncul saat musim hujan. Hama tanaman ini menyebabkan pertumbuhan daun menjadi terhambat, bentuk daun menjadi berlubang-lubang. Hama ini dapat menyebabkan padi ataupun tanaman hias tersebut menjadi rusak dan mati. Akibatnya, gagal panen akan dialami petani.
Hawar Daun Bakteri (HDB) merupakan penyakit kresek yang pada umumnya dikenal oleh masyarakat. Penyakit telah berkembang pada musim hujan ataupun musim kemarau yang basah. Bagian tanaman yang diserang terutama pada titik tumbuh dan daun bendera.
Kerusakan terberat terjadi apabila penyakit menyerang tanaman muda yang peka sehingga menimbulkan gejala kresek, dapat menyebabkan tanaman mati. Penyakit dapat terjadi pada semua stadia tanaman.
Sundhep, hama yang menyebabkan gejala sundep ialah Sesamia inferens. Sesamia inferens tersebut merusak dengan cara meletakan telurnya pada pelepah daun bagian dalam. Setelah telur menetas, larva-larva tersebut mulai memakan pelepah daun, kemudian menggerek masuk ke batang. Selanjutnya, memakan batang bagian dalam sehingga jaringan pembuluh batang terpotong.
Tikus (Rattus argentiventer Rob & Kloss) adalah hama tanaman yang sering muncul pada saat hujan. Cara mengatasi tikus adalah dengan melakukan pengolahan tanah secara bersama-sama sebelum lahan tersebut belum ditanami.
jika sudah terlanjur terjangkit, untuk mengatasi hal sersebut dapat dilakukan penyemprotan insektisida untuk membunuh/mengurangi gejala
Padi adalah salah satu makanan pokok yang ada di Indonesia dan salah satu sumber makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Jadi tidak heran dimanapun kita berada pasti banyak menemukan tanaman padi, ya karena memang rata-rata petani menamam padi selain untuk kebutuhan makan sendiri dan untuk dijual.
Tanaman padi bisa hidup pada musim apa saja, musim kemarau atau musin hujan tidak berpengaruh pada jumlah hasil produksi padi tersebut dengan catatan tanaman padi tercukupi air. pada Intinya tanaman padi hanya butuh air dan cuaca tidak berpengaruh. Namun ada beberapa jenis padi yang dapat ditanam pada lahan yang kurang air/kering seperti padi gogo.
Namun walaupun hasil produksi padi tidak terpangaruhi oleh musim, akan tetapi masalah yang timbul ada pada sisi lain, yaitu hama yang menyebar luas pada saat musim hujan diantaranya Hawar Daun Bakteri (HBD), sundhep, wereng batang cokelat, tikus, kutu kebul, dan hama blast.
Hama wereng (Nilaparvata lugens) adalah hama padi lain yang sering menyerang di saat hujan bahkan suka menyerang tanaman hias. Hama wereng dapat dibasmi dengan menjaga supaya matahari selalu dapat menyinari padi atau tanaman hias.
Matahari akan membuat wereng sulit menetas dan mencegahnya berkembang biak. Oleh karena itu, wereng sering muncul dan berkembang biak saat musim penghujan di mana jarang ada matahari.
Hama tanaman kutu kebul (Bemisia tabacci) juga sering muncul saat musim hujan. Hama tanaman ini menyebabkan pertumbuhan daun menjadi terhambat, bentuk daun menjadi berlubang-lubang. Hama ini dapat menyebabkan padi ataupun tanaman hias tersebut menjadi rusak dan mati. Akibatnya, gagal panen akan dialami petani.
Hawar Daun Bakteri (HDB) merupakan penyakit kresek yang pada umumnya dikenal oleh masyarakat. Penyakit telah berkembang pada musim hujan ataupun musim kemarau yang basah. Bagian tanaman yang diserang terutama pada titik tumbuh dan daun bendera.
Kerusakan terberat terjadi apabila penyakit menyerang tanaman muda yang peka sehingga menimbulkan gejala kresek, dapat menyebabkan tanaman mati. Penyakit dapat terjadi pada semua stadia tanaman.
Sundhep, hama yang menyebabkan gejala sundep ialah Sesamia inferens. Sesamia inferens tersebut merusak dengan cara meletakan telurnya pada pelepah daun bagian dalam. Setelah telur menetas, larva-larva tersebut mulai memakan pelepah daun, kemudian menggerek masuk ke batang. Selanjutnya, memakan batang bagian dalam sehingga jaringan pembuluh batang terpotong.
Tikus (Rattus argentiventer Rob & Kloss) adalah hama tanaman yang sering muncul pada saat hujan. Cara mengatasi tikus adalah dengan melakukan pengolahan tanah secara bersama-sama sebelum lahan tersebut belum ditanami.
jika sudah terlanjur terjangkit, untuk mengatasi hal sersebut dapat dilakukan penyemprotan insektisida untuk membunuh/mengurangi gejala
No comments:
Post a Comment
Semoga bermanfaat