Fila Amank Farm: Mengenal ZPT dan Cara Membuat pupuk ZPT skala rumahan ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Monday, January 25, 2021

Mengenal ZPT dan Cara Membuat pupuk ZPT skala rumahan

Sebagaimana pupuk yang diberikan lewat tanah, pupuk yang diberikan lewat daun juga dapat berupa pupuk organik dan anorganik. Cara pemberiannya dilakukan melalui penyemprotan ke daun sehingga disebut pupuk daun. Tujuan pemberian pupuk daun adalah: untuk memenuhi kekurangan zat–zat tertentu yang tidak tersedia pada pupuk akar,menjaga agar tanaman tidak jenuh dengan pemberian pupuk akar yang berlebihan, dan untuk menjaga agar struktur tanah tidak rusak akibat pemberian pupuk buatan tutorial pembuatan pupuk ZPT klik Disini
Rekomendasi Pembudidayaan Ayam peterlur
Ketika tanaman mulai berbunga atau mulai mengeluarkan tunas baru, sebaiknya tanaman dihindarkan dari upaya penyemprotan. Pada saat ini, tanaman sangat peka terhadap benda asing. Tunas muda akan mati atau bunga akan berguguran terkena semprotan. Jadi, penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat tunas muda sudah menumbuhkan daun yang cukup tua atau bunga sudah menjadi bakal buah
Zat pengatur tumbuh sendiri terdiri dari berbagai macam zat yang bisa memacu petumbuhan daun, tunas akar dll
Berikut adalah kandungan ZPT yang ada di pasaran
. AUKSIN
Auksin adalah hormon tumbuhan yang berfungsi sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem. Auksin dapat digunakan untuk memacu pertumbuhan tanaman. Hormon auksin secara alami ditemukan pada bagian akar, ujung batang dan bunga.
Fungsi auksin pada tanaman :
a. Merangsang proses perkecambahan biji. Auksin yang diberikan pada benih dapat memecah dormansi biji atau benih. Digunakan dengan cara melakukan perendaman benih dengan auksin.
b. Merangsanag dan memacu proses pembentukan dan pertumbuhan akar.
c. Merangsang terbentuknya bunga dan buah, sehingga tanaman berproduksi dengan maksimal.
d. Merangsang terjadinya Partenokarpi. Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tanaman mampu membentuk buah tanpa penyerbukan. Sehingga pemberian auksin dapat menghasilkan buah tanpa biji.
e. Mencegah kerontokan buah
f. Memecah dormansi pucuk atau apikal. adalah suatu kondisi pucuk atau akar tanaman tidak mau berkembang.
2. SITOKININ
Sitokinin berfungsi sebagai pemicu pembelahan sel pada tumbuhan. Senyawa yang dapat berfungsi sebagai sitokinin adalah kinetin dan zeatin. Kinetin pada awalnya ditemukan pada ekstrak sperma burung bangkai. Zeatin alami dapat diperoleh pada biji jagung muda. Selain itu zeatin juga ditemukan pada air kelapa.
Fungsi sitokinin pada tanaman :
a. Merangsang proses pembelahan dan pembesaran sel. Sehingga dapat memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
b. Merangsang proses perkecambahan biji.
c. merangsang pertumbuhan tunas.
d. menghambat proses penuaan pada hasil panen, sehingga daya tahan hasil panen lebih lama.
e. Mempercepat penyebaran nutrisi dalam tumbuhan.
f. Meningkatkan sintesis pembentukan protein pada tanaman.
3. GIBERELIN
Giberelin, sering juga disebut dengan GA (gibberellic acid) atau asam giberelat. Giberelin memiliki kemiripan sifat dengan sitokinin. Giberelin dapat ditemukan pada hampir semua siklus hidup tanaman.
Giberelin alami dapat diperoleh pada tumbuhan paku-pakuan/pakis, jamur, lumut, gymnospermae dan angiospermae (terdapat pada biji muda, pucuk batang, ujung akar dan daun muda).
Giberelin dapat ditemukan dalam dua fase utama yaitu giberelin aktif (GA Bioaktif) dan giberelin nonaktif. GA bioaktif inilah yang mengontrol pertumbuhan dan perkembangan seluruh tumbuhan baik akar, daun maupun batang tanaman, seperti pengembangan benih, perkecambahan biji, pertumbuhan tunas, pertumbuhan daun, merangsang pembungaan, perkembangan buah, perpanjangan batang, serta deferensiasi akar.
Pemberian giberelin di bawah tajuk tumbuhan dapat meningkatkan laju fotosintesis. Daun tumbuhan berkembang secara signifikan karena hormon ini memacu pertumbuhan daun, terjadi peningkatan pembelahan sel dan pertumbuhan sel yang mengarah pada perkembangan daun. Selain itu juga memacu pemanjangan batang tumbuhan.
4. ETILENA/ETENA/GAS ETILEN
Zat Pengatur Tumbuh ini sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, yakni pada saat kita memeram buah. Misalnya penggunaan ethrel untuk mempercepat pematangan buah cabe, atau penggunaan karbit pada pemeraman buah.
Etilen berfungsi untuk membantu proses pematangan buah, memacu pembungaan, merangsang pemekaran bunga, merangsang pertumbuhan akar dan batang, merangsang pengguguran buah dan daun, merangsang perkecambahan biji, menghambat pemanjangan batang kecambah, memperkokoh batang tanaman dan mengakhiri masa dormansi.
Jika digunakan bersamaan dengan giberelin, etilen berfungsi dalam mengatur perbandingan bunga jantan dan betina pada tumbuhan berumah satu.
5. TRIAKONTANOL
Sampai saat ini mekanisme kerja hormon ini belum 100% diketahui. Namun pada berbagai penelitian, triakontanol dapat meningkatkan rasio gula asam pada tanaman jeruk dan mampu meningkatkan produksi teh. Hasil penelitian mengungkapkan, pemberian triakontanol dengan konsentrasi rendah pada tanaman jagung, tomat dan padi mampu meningkatkan pertumbuhan.
Triakontanol adalah senyawa yang tidak larut dalam air, terdiri dari 30 karbon dan merupakan alkohol primer jenuh.
6. INHIBITOR
Inhibitor berperan dalam menghambat pertumbuhan batang. Penerapan hormon inhibitor dimanfaatkan pada jenis tanaman umbi, yakni untuk membantu pembesaran umbi. Misalnya pada tanaman kentang, wortel, bawang, dan sebagainya. Penerapannya dilakukan ketika akan mencegah pertumbuhan tunas baru untuk memperbesar umbi tanaman.
7. PACLOBUTRAZOL
Pemakaian paclobutrazol dimaksudkan supaya pohon dapat berbuah diluar musim. Hormon paclobutrazol berfungsi menghambat biosintesis giberelin. Pertumbuhan vegetatif tanaman terhambat dan memacu pertumbuhan generatif. Ketika pertumbuhan vegetatif terhambat atau berhenti maka bunga akan bermunculan dan menghasilkan buah.
Baca juga Membuat ZPT Alami Menggunakan Bawang Merah
(sumberhttps://mitalom.com/apa-itu-zat-pengatur-tumbuh-zpt/)
Beikut saya paparkan pembuatan pupuk ZPT ala rumahan versi saya yang sangat sederhana, semoga dapat membantu
1. siapkan wadah blander, dirigen, baskom dan saringan
2. siapkan bahan-bahannya, bawang merah, tauge, lidah buaya, kentang, rebung, air kelapa, molase/ gula merah, em4 untuk tanaman
3. semua bahan di atas di blander sampai benar-benar halus, gunakan air kelapa untuk memblander supaya lebih efisien
4. setelas semua diblander sampai benar-benar halus saring dengan saringan halus masukkan ke dalam dirigen 5 liter dan perah sampai tinggal ampasnya saja
5. tambahkan emp 4 sebanyak setengah gelas air mineral dan molase/gula merah sebanyak 2 ons
6. tambahkan air ke dalam dirigen sampai penuh/ 5 liter
7. tutup rapat sampai 7 hari, setiap 2 hari sekali dibuka untuk membuang gas yang terbentuk.
Cara pakai
gunakan setiap setengah gelas air mineral untuk 20 liter air untuk penyemprotan rutin dan 6 liter air untuk perendaman benih/ bibit tanaman.
video tutorial klik Disini

No comments:

Post a Comment

Semoga bermanfaat

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate