Fila Amank Farm: Solusi Budidaya: Penyakit dan Obat Tradisional Ternak ca-app-pub-4836435869284757/4320646519

Iklan javascript

Saturday, January 19, 2019

Solusi Budidaya: Penyakit dan Obat Tradisional Ternak

Assalamu'alaikum w.w

APa kabar sobat tani? ALhamdulillah pasti baik dengan penuh senyum ya hehehe

Bicara soal budidaya jaman sekarang, diharuskan kreatif dengan berbagai macam ide yang dapat menunjang produksi budidaya anda, jadi pembudidaya diharuskan inovatif tidak terpancang oleh teori-teori belaka. Kenapa? pada dasarnya setiap teori itu membutuhkan riset dan kadang riset tersebut tidak menjangkau seluruh jenis/daerah, mungkin hanya sampel saja,
Kedua kondisi daerah/lokasi, tanah, air disetiap daerah berbeda apalagi jenis yang dibudidayakan entah itu ikan, tanaman dan lainnya juga tentu berbeda. jadi jika kita hanya fokus pada teori saja kemungkinan akan gagal kalau pun berhasil, ketika kita menemui masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan teori maka kita akan kebingunan sendiri yang pada akhirnya akan membuat putus asa. maka diperlukan berbagai inovasi untuk mengatasi hal tersebut.
Apalagi kalau semua obat pabrik mahal. haduh, bisa-bisa rugi sukur-sukur masih impas hehehe

Pada kesempatan ini penulis akan menyampaikan mengenai obat tradisional untuk ternak, semoga bermanfaat ya hehehe

Hukum alam mengatakan bahwa mereka yang kuat dan sehat akan mempunyai peluang untuk bertahan hidup. Di alam bebaspun hewan mempunyai kecenderungan untuk menemukan obatnya sendiri yang tersedia di alam, setuju?
Contohnya kucing, kucing seringkali terlihat memakan akar dari tanaman lalatang (Acalypha indica linn) sebagai tonikum bagi dirinya.

Pemanfaatan material tumbuhan sebagai bahan ramuan obat tradisional sudah menjadi tradisi turun temurun. Tradisi tersebut sudah banyak dibuktikan secara ilmiah walaupun masih masih banyak yang belum terbuktikan.

Senada dengan hal tersebut, tanaman juga dimanfaatkan untuk pengobatan ternak untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan secara maksimal, pengobatan, perawatan dan pencehagan penyakit.

Sejak beberapa abad yang lalu bangsa Indonesia sudah biasa menggunakan ramuan tradisional dari daun, batan, akar, biji tumbuhan untuk menanggulangi berbagai macam gangguan penyakit. Ada kalanya direbus, direndam, dimakan mentah dll.

Secara umum petani ternak di Indonesia adalam petani ternak kecil yang memiiki ternak kambing, domba, kerbau, sapi, kuda , ayam dll

Pada dasarnya hewan ternak sama dengan manusia yaitu mudah terserang penyakit apalagi kalau pemeliharaannya kurang diperhatikan, misal kebersihan, pakan, lokasi kandang dll.
Berdasarkan sifatnya penyakit digolngkan menjadi penyakit menular dan tidak menular
Penyebab penyakit menular adalah organisme kecil, bakteri, jamur, cacing, virus dan kutu. sedangkan penyakit tidak menular biasanya berhubungan dengan makanan seperti kurang mineral, tanaman beracun dan lainnya

Berikut penyakit yang biasa menyerang ternak

1. Mencret/diare

Semua jenis ternak dapat terkena penyakit ini, penyakit ini tidak berbahaya namun jika tidak ditangani lama-kelamaan ternak akan mati karena ternak akan kurus, malas makan, lemah
Tanda-tandanya kotoran encer dan berbau, bulunya kusam atau berdiri, penyebabnya adalah bibit penyakit atau makanana dan atau keduanya. Bisa juga penyakit lain

Penanggulanan pertama pada sapi, domba dll jangan berikan pakan hijauan semua, berikan campuran pakan kasar, atau campurkan rumput kasar dan cek kondisi kebersihan kandang, tempat pakan dll,

Pengobatannya bisa diberikan campuran daun jambu biji muda, air teh pekat dicampur dengan madu (kalau bisa madu asli ya) dan parutan kunyit. campuran ini diberikan dalam bentuk pakan untuk ayam, kambing, sapi, kerbau dll

berikan ketela pohon yang dipanggang sampai hangus dan digerus

berikan campuran arang kayu jati yang dihaluskan kira-kira 1/4 kg yang dicampur dengan sedikit air dan saring.

Berikan air hangat dengan beras yang disangrai, tumbuk dan saring untuk minumam

Parut temu ireng, kunyit, kencur, lempuyang yang dicampur dengan tempe bosok kemudian bungkus campuran ini dalam plastik, diamkan semalaman. keesokannya diperas dan minumkan pada sapi sebanyak tiga kali

Campurkan garam 1 sendok makan, gula 1 sendok makan, air 8 gelas kemudian berikan pada ternak

Parut bonggol pisang yang ada dalam tanah, parut campurkan dengan garam, buang pisang raja. suapkan pada ternak

Masak 5 gram kapur sirih, segenggam daun jambu biji dalam 1 liter air, didihkan dan minumkan 1 kali dalam 3 hari

Bakar bawang merah sampai hangat lalu tumbuk dan campurkan pada pakan ayam

pilihlah satu kalau tidak berhasil ganti yang lain.

Cacingan

Tnda-tanda
Kurus, bulu berdiri tidak mengkilap, sembelit/mencret, lesu/pucat, daerah rahang membengkak, mati mendadak
Pengobatan.

Temu ireng 2 ons haluskan campur dengan 1,5 liter air kemudian disaring, minumkan kepada sapi/kambing sebanyak 1-3 kali
Tunas muda sente dirajang dan cmpur dengan ubi kayu berikan pada sapi, kambing
Biji pinang tua ditumbuk halus, tambahkan air lalu diminumkan atau dicampur kedalam pakan ayam/ikan, sapi, kambing
Bawang putih ditumbuk dengan sedikit air diminumkan pada ayam
Jantung pisang hijau dimasak sampai mendidih airnya diminumkan
2 potong tempe bosok 1 genggang temu ireng msak, saring dan minumkan
Biji pepaya ditumbuk campurkan pada pakan
1/4 ons daun tembakau ditambah C 1/4 sembelit/mencret gelas air matang diperat minumkan 3 - 5 kali

Perut kembung

Tanda-tanda
Hewan gelisah dan sulit bernafas
Perut sebelah kiri kembung ke atas/samping, kalau dipukul perut bunyi seperti kendang

Pada ikan terlihat kebung, lemas dan menggantung pada lele

Pengobatan
Paksakan ternak berdiri Cekok dengan minyak kelapa 1/2-1 gelas
Tekan bagian perut yang mengembung
Apabila tidak sembuh tusuk dengan bambu kecil yang runcing tusukkan pada perut bagian kiri belakang (olehkas yodium/obat merah sebelum ditusuk)
Pada Ikan gunakan cara klik disini
masukkan asam jawa 10 biji dimasak tambahkan gula merah dan lima ruas kunyit campurkan dan minumkan
Campurkan minyak kelapa dengan air kelapa muda dan minumkan sebanyak 1 ember kecil
pohon pisang yang membusuk, peras dan minumkan
bagian yang kembung digosok dengan kapur sirih
kulit kayu nangka dicampur dengan garam diusapkan pada perut yang kembung
Pencegahan perut kembung jangan berikan rumput muda terlalu banyak, jangan berikan rumput basah terlalu banyak dan buah polong-polongan atau biji-bijian

Keracunan
Keracunan bisa disebabkan karena pakan. beberapa jenis tanaman mempunyai racun
tanda-tanda
mati mendadak
kejang-kejang
kebiruan
berbusa
kebiruan pada selaput lendir

Apabila baru terjadi berikan arang aktif atau air kelapa muda
air kelapa muda dicampur dengan dagingnya campur dengan minyak kelapa
Asem 1/2 kg ditambah garam dan gula tebu secukupnya diseduh dengan air hangat dan minumkan

air daun jati muda sebanyak 2 gelas diminumkan

apabila keracunan disebabkan karena insektisida minumkan santan kelapa yang hangat pada ternak

Next post
Sakit mata, Demam, Luka, belatung, Radang susu, puru, kejang rumput, kuku busuk, kutu, tetelo,

Semoga bermanfaat

Sumber (Berbagai sumber buku) 

No comments:

Post a Comment

Semoga bermanfaat

Total Pageviews

Komentar

Tulis disini

Translate